Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Agung mengungkap sebuah pola menarik atau lebih tepatnya, mengkhawatirkan dalam tata kelola Kemendikbudristek di era Nadiem Makarim. Menurut mereka, pengelolaan kementerian saat itu lebih banyak bertumpu pada orang-orang terdekat sang menteri. Alih-alih melibatkan pejabat resmi yang paham betul seluk-beluk dunia pendidikan, lingkaran dalamlah yang justru dominan.
Roy Riadi, salah satu JPU, menjelaskan hal ini dalam keterangannya Selasa lalu.
Pola kepemimpinan yang eksklusif dan tertutup ini, lanjut Roy, menciptakan kesenjangan komunikasi yang ekstrem. Bahkan pejabat tinggi, mulai dari level direktur hingga eselon I, diklaim tak pernah sekalipun bertemu langsung dengan menteri mereka. Evaluasi kerja? Jangan ditanya.
Artikel Terkait
Mendikbud Tegaskan Komitmen Perkuat Pendidikan Inklusif di Ramadan
Iran Tangkap 20 Orang Diduga Kirim Data Sensitif ke Israel
Phil Campbell, Gitaris Legendaris Motörhead, Meninggal Dunia
Gelombang Mudik Lebaran 2026 Mulai Bergerak Lebih Awal