JAKARTA – Di kediamannya di kawasan Brawijaya, Jakarta Selatan, Jusuf Kalla menyampaikan rasa prihatinnya. Mantan Wakil Presiden itu menyayangkan keras aksi penyiraman air keras yang menimpa Andrie Yunus, Wakil Koordinator KontraS. JK mendesak polisi untuk mengusut tuntas kasus teror ini.
"Tentu kita pertama prihatin dan sayangkan terjadi, dengan harapan polisi betul-betul," ujar JK, Sabtu (14/3/2026).
Ia langsung teringat pada pola serupa. Menurutnya, teror ini mengingatkan pada kasus yang dialami mantan penyidik KPK, Novel Baswedan, beberapa tahun silam. JK menduga kuat serangan ini ada kaitannya dengan aktivitas korban.
"Setelah KPK dulu, siapa namanya si, Novel Baswedan itu, ke ini lagi, kena lagi. Berarti ada kelompok atau siapa itu kita tidak tahu, supaya polisi tentu ada hubungannya dengan itu apa namanya kegiatan yang bersangkutan," tuturnya.
Artikel Terkait
Arsenal Pecah Kebuntuan di Akhir Laga, Kalahkan Everton 2-0
Chelsea Takluk 1-0 dari Newcastle di Stamford Bridge
Barbershop Tema Peaky Blinders Hadir di Luar Stadion Atletico Madrid untuk Promosi Film
BGN Hentikan Sementara Ratusan Dapur MBG di Indonesia Timur karena Tak Miliki Sertifikat Higiene