Arab Saudi Siapkan Ruang Iktikaf di Atap Masjid Nabawi Sambut Ramadan

- Selasa, 17 Februari 2026 | 18:00 WIB
Arab Saudi Siapkan Ruang Iktikaf di Atap Masjid Nabawi Sambut Ramadan

MURIANETWORK.COM - Suasana di dua kota suci, Makkah dan Madinah, telah berubah menyambut Ramadan 1447 Hijriah. Jutaan jemaah dari berbagai belahan dunia mulai memadati kawasan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, menandai dimulainya persiapan spiritual menjelang bulan penuh berkah. Pemerintah Arab Saudi pun tengah menyelesaikan persiapan fisik terakhir untuk mengakomodasi para "Tamu Allah" yang datang. Di tengah keramaian itu, perhatian utama tertuju pada sidang isbat penetapan hilal yang akan menentukan apakah 1 Ramadan jatuh pada Kamis atau Jumat mendatang.

Persiapan Fisik Menjelang Ramadan

Di lapangan, kesibukan terasa begitu nyata. Dari pengamatan langsung di Masjid Nabawi, Madinah, terlihat persiapan yang masif dan terencana. Mobil-mobil crane sibuk mengangkat ratusan kotak besar, yang diduga berisi tenda, ke area atap masjid. Area tersebut rencananya akan disulap menjadi ruang iktikaf, tempat para jemaah menghabiskan malam-malam terakhir Ramadan dalam lindungan ibadah dan dzikir. Persiapan serupa juga terpantau di berbagai titik, menunjukkan skala penyambutan yang luar biasa.

Antusiasme Jemaah di Tengah Keramaian

Meski baru dalam fase penantian, dampak kedatangan jemaah sudah sangat terasa, khususnya di Masjidil Haram. Kepadatan di area masjid dan sekitarnya meningkat signifikan dibanding hari-hari biasa. Pada jam-jam tertentu, lorong dan pelataran masjid dipadati oleh lautan manusia yang membuat ruang gerak menjadi terbatas. Namun, ada energi berbeda yang terpancar. Rasa lelah dan sesak seakan tertutupi oleh semangat dan kerinduan yang sama: untuk menyambut bulan suci. Wajah-wajah jemaah, termasuk banyak dari Indonesia, tampak penuh harap dan tekad, bersiap berlomba dalam kebaikan.

Penantian Sidang Isbat dan Awal Puasa

Di balik segala kesibukan itu, ada satu momen penting yang dinanti-nanti. Sidang isbat resmi oleh otoritas terkait Arab Saudi akan digelar untuk memastikan awal Ramadan. Ketegangan dan harap campur aduk menyelimuti para jemaah.

"Seluruh dunia, termasuk kami jemaah asal Indonesia, menanti dengan takzim: apakah 1 Ramadan 1447 H akan jatuh pada hari Kamis atau Jumat?" ungkap seorang jemaah yang ditemui di sekitar Masjidil Haram.

Penantian ini bukan sekadar soal penanggalan kalender, melainkan gerbang menuju perlombaan spiritual sebulan penuh untuk meraih ampunan dan rahmat-Nya.

Menyiapkan Bekal Spiritual

Menghadapi bulan yang istimewa, persiapan lahir dan batin mutlak diperlukan. Seorang pengajar, Ustadz Hilman, mengingatkan pentingnya membekali diri dengan lima hal mendasar agar Ramadan tidak berlalu sia-sia. Bekal tersebut meliputi iman sebagai pondasi, kesiapan beramal shaleh, ilmu yang memadai tentang tata cara ibadah, harta untuk disedekahkan, serta hati yang bersih untuk menerima segala rahmat.

Pesan ini menjadi pengingat berharga di tengah euforia kedatangan bulan suci, agar fokus utama tetap pada peningkatan kualitas ibadah dan ketakwaan.

Dengan persiapan yang matang, baik dari pihak penyelenggara maupun masing-masing jemaah, Ramadan tahun ini diharapkan dapat dijalani dengan khusyuk dan penuh makna. Semoga seluruh umat Muslim dipertemukan dengan malam kemuliaan Lailatul Qadar.

Makkah Almukarramah, 17 Februari 2026

Mawardi Jafar

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar