Kalau malam, suasana di Pelabuhan Ciwandan justru lebih ramai. Berbeda dengan kesan lengang di siang hari, lajur untuk penyeberangan dipadati pemudik yang mengendarai sepeda motor. Rupanya, banyak yang sengaja memilih waktu ini karena pertimbangan cuaca yang lebih bersahabat.
Pantauan di lokasi pada Jumat malam (14/3/2026) sekitar pukul sebelas, menunjukkan antrean kendaraan roda dua itu sudah mengular. Meski ramai, suasana terbilang tertib. Para pemudik tampak sabar menunggu giliran masuk ke kapal, sementara petugas sesekali memberikan arahan agar tiket sudah disiapkan.
Perbedaannya cukup mencolok dibandingkan waktu-waktu lain. Di pagi atau siang hari, antrean biasanya hanya menampung 30 hingga paling banyak 60 motor. Namun begitu malam tiba, angka itu langsung melonjak. Setiap baris antrean minimal diisi oleh 60 motor, membuat pemandangan jadi jauh lebih padat.
Adam, salah seorang pemudik yang terjebak dalam kerumunan itu, mengaku sengaja mengambil jadwal malam. Dia berangkat dari Bogor sejak sore hari, pukul tiga, dan baru tiba di pelabuhan delapan jam kemudian.
"Lebih adem kalau malam. Bisa istirahat di kapal," katanya.
Bagi Adam, perjalanan panjang itu akan terbayar begitu ia bisa merebahkan diri di atas kapal. Selain itu, ada alasan lain yang membuatnya tetap setia naik motor saat mudik.
"Bisa ramai-ramai kalau motor," ujarnya sambil tertawa. Menurutnya, mudik pakai motor justru lebih seru ketimbang moda transportasi lainnya.
Jadi begitulah. Di balik hiruk-pikuk dan lampu-lampu kendaraan, ada strategi sederhana para pemudik: menghindari terik matahari dan mencari celah untuk istirahat di sela perjalanan yang melelahkan.
Artikel Terkait
Kapolda Sumsel Resmikan Bedah Rumah Korban Kebakaran di Musi Rawas, Warga Beri Bingkisan Gethuk
Israel Cegat Armada Bantuan Kemanusiaan Menuju Gaza di Perairan Internasional, Aktivis Sebut Tindakan Ilegal
Ariana Grande Umumkan Album Baru Petal Rilis 31 Juli, Kolaborasi dengan Ilya Salmanzadeh
Mensos Gus Ipul Dorong Setiap Desa Miliki Operator Data Sendiri demi Akurasi DTSEN