Kalau malam, suasana di Pelabuhan Ciwandan justru lebih ramai. Berbeda dengan kesan lengang di siang hari, lajur untuk penyeberangan dipadati pemudik yang mengendarai sepeda motor. Rupanya, banyak yang sengaja memilih waktu ini karena pertimbangan cuaca yang lebih bersahabat.
Pantauan di lokasi pada Jumat malam (14/3/2026) sekitar pukul sebelas, menunjukkan antrean kendaraan roda dua itu sudah mengular. Meski ramai, suasana terbilang tertib. Para pemudik tampak sabar menunggu giliran masuk ke kapal, sementara petugas sesekali memberikan arahan agar tiket sudah disiapkan.
Perbedaannya cukup mencolok dibandingkan waktu-waktu lain. Di pagi atau siang hari, antrean biasanya hanya menampung 30 hingga paling banyak 60 motor. Namun begitu malam tiba, angka itu langsung melonjak. Setiap baris antrean minimal diisi oleh 60 motor, membuat pemandangan jadi jauh lebih padat.
Adam, salah seorang pemudik yang terjebak dalam kerumunan itu, mengaku sengaja mengambil jadwal malam. Dia berangkat dari Bogor sejak sore hari, pukul tiga, dan baru tiba di pelabuhan delapan jam kemudian.
Artikel Terkait
BPBD Agam Siagakan Personel dan Peralatan Antisipasi Bencana Saat Arus Mudik Lebaran
RUU Perampasan Aset Tanpa Vonis Mulai Digodok DPR, Pakar Ingatkan Perlindungan Hak Warga
Gempa M 4,1 Guncang Sukabumi dan Cianjur Dini Hari, Warga Berlarian Keluar Rumah
Operasi Ketupat 2026: Baru 23% Kendaraan Keluar Jakarta, Puncak Mudik Diprediksi Rabu-Jumat