Sabtu malam kemarin, BayArena jadi saksi sebuah laga panas yang berakhir imbang. Bayer Leverkusen dan Bayern Munich harus puas berbagi angka 1-1 dalam lanjutan Bundesliga pekan ke-26. Sebuah hasil yang, jujur saja, cukup adil untuk menggambarkan ketegangan yang terjadi di lapangan.
Sejak wasit meniup peluit kick-off, Leverkusen langsung menancap gas. Agresif. Dan usaha mereka langsung terbayar hanya dalam enam menit permainan. Aleix Garcia yang berhasil menceploskan bola ke gawang Bayern, berkat umpan matang dari Patrik Schick. Gol cepat itu jelas mengubah suasana. Sang tuan rumah bermain makin percaya diri, sementara Bayern tampak kelabakan mencari celah untuk membalas.
Namun begitu, jalan pertandingan ini tak lepas dari drama teknologi. VAR seolah menjadi bintang tamu yang tak diundang, membuat jantung para pemain dan suporter berdegup kencang.
Gol Bayern Dibatalkan, Pemain Diusir
Bayern sempat bersorak di menit ke-26. Jonathan Tah berhasil menyundul bola masuk. Tapi sorak itu terpotong. Wasit memutuskan untuk meninjau ulang ke layar pinggir lapangan, dan akhirnya menganulir gol tersebut. Alasannya? Handball dalam proses terjadinya gol.
Masalah Bayern bertambah runyam jelang turun minum. Nicolas Jackson menerima kartu merah di menit ke-42, memaksa Die Roten bermain dengan sepuluh pemain hingga usai. Bayangkan saja, tekanan Leverkusen di babak kedua pasti makin menjadi.
Penyeimbang Akhirnya Datang
Tapi jangan remehkan Bayern. Meski berjumlah sepuluh orang, mereka tetap berbahaya. Dominasi bola akhirnya membuahkan hasil di menit ke-69. Luis Díaz, dengan tenang, menaklukkan kiper Leverkusen setelah diumpan Michael Olise. 1-1.
Sebelum gol penyama itu, sebenarnya Harry Kane juga sempat membobol gawang. Lagi-lagi, VAR mengatakan tidak. Handball lagi. Rasanya malam itu keberpihakan teknologi sedang tidak pada Bayern.
Kartu Merah Kedua dan Peluang yang Melayang
Suasana makin memanas di akhir laga. Luis Díaz, sang pencetak gol, malah menerima kartu kuning keduanya di menit 84. Pelanggaran serius. Bayern harus menyelesaikan pertandingan hanya dengan sembilan pemain!
Leverkusen nyaris saja meraih kemenangan dramatis di masa injury time. Bola masuk ke jala Bayern, suporter sudah bersorak. Tapi bendera offside kemudian berkibar. Setelah dicek VAR, gol itu pun dibatalkan. Sungguh, malam yang penuh dengan detak jantung.
Imbang yang Menguntungkan Siapa?
Peluit panjang pun berbunyi, mengukuhkan skor 1-1. Hasil ini jelas membuat peta persaingan di puncak klasemen Bundesliga makin seru. Baik Leverkusen maupun Bayern kehilangan peluang untuk meraup poin penuh.
Di satu sisi, imbang ini bisa dibilang hasil yang bagus untuk Leverkusen yang bertahan dengan sepuluh pemain cukup lama. Di sisi lain, bagi Bayern yang bermain dengan sembilan orang di akhir laga, satu poin juga terasa berharga.
Yang pasti, pertandingan ini sekali lagi menunjukkan betapa teknologi VAR kini punya peran sentral dan kerap kontroversial dalam menentukan nasib sebuah pertandingan sepak bola modern. Kadang menyelesaikan masalah, kadang justru menciptakan drama baru.
Artikel Terkait
PSG Vs Bayern Munich di Semifinal Liga Champions, Laga Final Dini yang Diprediksi Ketat
Tiga Sipir Lapas Blitar Diduga Jual Beli Kamar Sel Khusus hingga Rp100 Juta per Napi
Tim Uber Indonesia Kunci Juara Grup C Usai Comeback Dramatis Lawan Chinese Taipei
Polda Papua Bongkar Praktik Ilegal BBM Subsidi di Merauke, Negara Rugi Hingga Rp197 Juta