Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memastikan bahwa tidak seluruh trayek Transjabodetabek akan mengalami penyesuaian tarif. Sebelum ada keputusan resmi dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, tarif yang berlaku saat ini masih mengacu pada ketentuan lama. Pramono menegaskan bahwa besaran tarif baru nantinya akan diselaraskan dengan tarif Transjakarta.
"Ya sementara masih tarif yang sama, dalam waktu segera akan segera diputuskan. Tetapi saya juga ingin meluruskan sekali lagi, bahwa yang Transjabodetabek tidak semuanya kemudian nantinya tarifnya itu naik gitu ya. Kalau ada penyesuaian tentunya sama dengan Transjakarta," ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Jumat (12/6/2026).
Di sisi lain, salah satu rute yang berpotensi mengalami kenaikan adalah Blok M–Bandara Soekarno-Hatta (Soetta). Rute tersebut baru resmi beroperasi pada Kamis (12/3/2026) dengan tarif perdana Rp3.500 untuk tiga bulan pertama. Menurut Pramono, potensi kenaikan ini dipicu oleh beban subsidi yang terlalu besar yang harus ditanggung oleh Pemprov DKI Jakarta.
Hasil evaluasi selama tiga bulan pertama operasional menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap rute ini melampaui target awal. Pramono mengungkapkan bahwa jumlah pengguna harian rute Blok M–Bandara Soetta telah melebihi proyeksi yang ditetapkan pemerintah.
"Dulu kan target kita 2.000 per hari, ternyata lebih dari itu. Karena memang apa ya, aktivitas orang ke bandara kan tinggi," kata dia.
Menurut Pramono, tingginya antusiasme masyarakat menggunakan Transjabodetabek rute bandara tidak terlepas dari keunggulan waktu tempuh yang lebih efisien. Ia menilai, layanan bus ini memiliki akses jalur tersendiri yang membuat perjalanan ke bandara menjadi lebih cepat dibandingkan moda transportasi umum lainnya.
"Sekarang ini yang menggunakan bus itu dibandingkan dengan transportasi lain, mereka lebih rata-rata lebih cepat karena punya apa akses tersendiri dan itu keuntungannya," kata dia.
Artikel Terkait
KPK Dalami Aliran Dana Proyek Gedung Pemkab Lamongan, Periksa Direktur PT Brantas Abipraya
Kejagung Tetapkan Komisaris PT YAT sebagai Tersangka Kelima Korupsi Pengadaan Motor Listrik Program Makan Bergizi Gratis
Thomas Partey Dipastikan Absen di Laga Perdana Piala Dunia 2026 Usai Visa Kanada Ditolak
TNI Buka Suara soal Personel Hadang Mahasiswa di Bundaran HI: Bertugas Bantu Polri