Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali melontarkan ancaman keras terhadap Iran setelah Teheran membantah sedang bernegosiasi dengan Washington. Dalam pernyataan terbarunya, Trump menuntut Iran segera membuat kesepakatan atau menghadapi konsekuensi yang ia sebut sebagai "penyerahan total".
Awalnya, pada Minggu (2/8), Trump mengumumkan pembatalan serangan militer ke Iran dengan alasan ada permintaan penundaan terkait kesepakatan yang telah disetujui. Kesepakatan itu disebut-sebut berkaitan dengan pembukaan Selat Hormuz dan penghentian program senjata nuklir Iran. Namun, Iran langsung membantah klaim tersebut dan menegaskan tidak ada negosiasi dengan AS. Sikap inilah yang memicu kemarahan Trump.
Ultimatum di Media Sosial
Dalam unggahan di platform Truth pada Senin (3/8), Trump dengan nada berapi-api menegaskan bahwa blokade militer AS terhadap Iran akan terus berlanjut sampai ada "Kesepakatan, atau penyerahan total." Ia juga mengecam kepemimpinan Iran yang dianggapnya munafik karena di satu sisi meminta pertemuan, tetapi di sisi lain membantah adanya diskusi.
"Kepemimpinan Iran sungguh munafik! Mereka meminta pertemuan, sebagian orang mengatakan 'memohon' pembicaraan dimulai, dengan lebih banyak pertemuan dijadwalkan dalam waktu dekat, dan mereka mengatakan, secara terbuka dan bangga, bahwa mereka tidak mengadakan diskusi apa pun, bahwa tidak ada yang dibicarakan, dan mereka hanya berurusan dengan 'Oman'," tulis Trump.
Trump juga menuduh Iran terus mengumbar omong kosong tentang Selat Hormuz, padahal menurutnya selat tersebut sepenuhnya berada di bawah kendali Angkatan Laut AS. Ia menyebut blokade yang diterapkan sebagai "Tembok Baja Amerika Serikat".
"Kemudian mereka melanjutkan dengan omong kosong mereka yang biasa dengan mengatakan, Selat Hormuz akan dioperasikan secara kuat oleh mereka, padahal selat itu sudah sepenuhnya dikendalikan oleh Angkatan Laut Amerika Serikat dan 'Blokade' kita atau, seperti yang dikatakan sebagian orang, 'Tembok Baja Amerika Serikat!" katanya.
Di akhir pernyataannya, Trump memberikan pilihan tegas kepada Iran: membuat kesepakatan atau menyerah total. Ia juga menegaskan bahwa Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir.
"Tidak ada yang bisa sampai ke Iran, kecuali jika kita menginginkannya, dan tidak akan ada yang bisa sampai, kecuali jika Kesepakatan, atau Penyerahan Total, tercapai. Terlepas apakah Iran mau mengakuinya atau tidak, kita sebenarnya sedang membicarakan solusi untuk masalah yang telah mereka sebabkan selama beberapa dekade. Sangat sederhana, IRAN TIDAK AKAN PERNAH MEMILIKI SENJATA NUKLIR!" pungkasnya.
Artikel Terkait
Wall Street Cetak Rekor, Dow Jones Tembus 54.000
Iran Ancam Tembak Kapal yang Lewati Jalur Ilegal di Selat Hormuz
Netanyahu Tolak Kesepakatan Gaza Usulan Trump
AS Berencana Tutup Konsulat di Medan dan Empat Kota Lain