Toyota Hilux Generasi Kesembilan Siap Hadir, Klaim Kompatibel dengan B50

- Rabu, 05 Agustus 2026 | 05:36 WIB
Toyota Hilux Generasi Kesembilan Siap Hadir, Klaim Kompatibel dengan B50

Toyota Hilux memasuki generasi kesembilan dan mulai hadir di Indonesia tahun ini, bersamaan dengan penerapan awal bahan bakar solar B50 biodiesel dengan kandungan nabati 50 persen. Seperti pendahulunya, Hilux terbaru ditawarkan dalam dua varian kabin: double cabin dan single cabin, keduanya dengan penggerak 4x4. Varian pertama menyasar konsumen pribadi dan penggemar SUV bak terbuka, sementara varian kedua ditujukan untuk kebutuhan komersial.

Direktur Pemasaran PT Toyota-Astra Motor (TAM), Bansar Maduma, mengungkapkan bahwa Hilux anyar ini mengusung mesin diesel terbaru berkode 1GD-FTV 2.800 cc mesin yang sama dengan model berplatform IMV seperti Innova Reborn dan Fortuner. Mesin tersebut mampu menghasilkan tenaga 201 horse power dan torsi 500 Nm untuk transmisi otomatis, serta 430 Nm untuk transmisi manual. Performa ini dipadukan dengan penggerak 4WD dan rear differential lock untuk traksi yang lebih meyakinkan.

Dengan dapur pacu yang canggih, Bansar mengimbau pemilik untuk menggunakan bahan bakar yang dianjurkan pabrikan. Namun, ia tidak menampik bahwa ada konsumen yang akan menggunakan biosolar seperti B50. "Tetapi tetap, kami mengharapkan bahwa kami selalu menyarankan, merekomendasikan pelanggan untuk menggunakan fuel sesuai dengan yang tertera di instruksi manual. Jangan lupa, regular maintenance itu tetap sebaiknya," jelasnya di ICE BSD, (3/8/2026).

Meski demikian, karena Hilux menggunakan mesin dan rancang bangun yang serupa dengan Fortuner, Bansar menyatakan bahwa Hilux secara teknis tetap bisa menggunakan solar B50. Pihaknya hingga kini masih melakukan uji coba untuk memastikan kompatibilitas tersebut. "Sebetulnya begini, memang kan kita kemarin sudah mengikuti dari yang kita ikutkan waktu itu, Fortuner ya. Secara teknologi sama, konstruksi sama, pastinya dia kompatibel," papar Bansar.

Uji coba yang melibatkan unit Fortuner tersebut dilakukan untuk mengamati performa mesin dan potensi dampak yang ditimbulkan, termasuk kinerja komponen penyaring bahan bakar setelah konsisten menggunakan B50. "Kalau untuk B50, kami melakukan pengujian hingga 50 ribu kilometer. Sejauh ini, kami belum menemukan adanya kendala sama sekali," pungkas Bansar.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags