Harga Patokan Ekspor Tembaga dan Emas Naik di Pertengahan Maret 2026

- Sabtu, 14 Maret 2026 | 19:50 WIB
Harga Patokan Ekspor Tembaga dan Emas Naik di Pertengahan Maret 2026

Harga patokan ekspor untuk konsentrat tembaga kembali bergerak naik di pertengahan Maret ini. Kementerian Perdagangan menetapkan angka USD6.792,97 per Wet Metrik Ton untuk periode 15-31 Maret 2026. Angka itu naik sekitar 1,63% dari periode pertama bulan yang sama, yang berada di level USD6.684,18.

Tak cuma tembaga, emas juga ikut merangkak. HPE emas sekarang tercatat USD165.118,45 per kilogram, naik dari sebelumnya USD161.568,53. Sementara Harga Referensi (HR) emas per troy ounce juga menguat ke posisi USD5.135,76.

Semua ketetapan ini tertuang dalam Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 422 Tahun 2026. Aturan itu mengikat untuk dua minggu terakhir di bulan Maret.

Lalu, apa yang jadi penyebab kenaikan ini?

Menurut Tommy Andana, Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag, permintaan global yang meningkat jadi pemicu utamanya. "Kenaikan HPE konsentrat tembaga pada periode kedua Maret 2026 terjadi karena meningkatnya permintaan dunia terhadap tembaga, terutama dari sektor kelistrikan, manufaktur, dan teknologi," jelasnya lewat keterangan tertulis, Sabtu (14/3).

Tommy menambahkan, harga mineral penyusun konsentrat tembaga yang naik juga jadi dasar perhitungan. Data yang dikumpulkan menunjukkan tren yang jelas: tembaga naik 0,62%, emas melonjak 2,20%, dan perak bahkan meroket 5,76%.

“Kemudian untuk emas, kenaikan HPE dan HR disebabkan oleh meningkatnya permintaan logam mulia yang untuk kebutuhan industri dan investasi,” kata Tommy lagi.

Di sisi lain, penetapan angka-angka ini bukanlah keputusan sepihak dari Kemendag. Mereka mengaku mengacu pada masukan teknis dari Kementerian ESDM, yang datanya bersumber dari bursa komoditas dunia seperti LME untuk tembaga dan LBMA untuk emas dan perak.

Prosesnya pun melibatkan koordinasi yang cukup panjang. “Penetapan HPE dan HR dilakukan melalui koordinasi lintas kementerian yang melibatkan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kemendag, Kementerian ESDM, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Perindustrian,” pungkas Tommy.

Jadi, kenaikan kali ini memang mencerminkan geliat pasar komoditas global yang lagi panas. Permintaan dari berbagai sektor industri, ditambah sentimen investasi, terus mendorong harga logam-logam penting ini ke level yang lebih tinggi.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar