Wali Kota Kupang Lantik 170 Pejabat, Tekankan Sistem, Integritas, dan Inovasi Birokrasi

- Selasa, 28 April 2026 | 23:00 WIB
Wali Kota Kupang Lantik 170 Pejabat, Tekankan Sistem, Integritas, dan Inovasi Birokrasi

KUPANG Suasana di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang pagi itu terasa formal, tapi juga ada semacam kehangatan. Selasa, 28 April 2026, menjadi hari penting bagi 170 pejabat yang baru saja dilantik. Mereka datang dengan setelan rapi, beberapa tampak tegang, yang lain berusaha tersenyum.

Christian Widodo, Wali Kota Kupang, memimpin langsung prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah. Ini bukan seremoni biasa. Menurutnya, ini langkah strategis buat nata ulang birokrasi dan bikin pelayanan publik makin kuat.

Nah, siapa aja yang dilantik? Rinciannya begini: 87 orang masuk jabatan Administrator, 60 orang jadi Kepala Sekolah, dan 23 sisanya pejabat Fungsional. Dari kelompok Administrator, ada tiga posisi yang cukup krusial Camat Alak, Camat Maulafa, dan Camat Oebobo. Posisi-posisi ini biasanya langsung bersentuhan dengan urusan warga.

Acara itu juga dihadiri Wakil Wali Kota, Serena C. Francis. Ada juga Sekda Kota Kupang, Jeffry E. Pelt, Ketua TP PKK, Widya Cahya, plus para staf ahli, asisten sekda, kepala dinas, direktur Perumda, dan camat se-Kota Kupang. Ramai, tapi tetap khidmat.

Wali Kota kemudian menyampaikan sambutan. Ia tidak sekadar memberi selamat. Empat poin utama ia tekankan: kerja pakai sistem, jaga kekompakan, junjung integritas, dan terus berinovasi. Keempatnya, katanya, harus jadi pegangan.

Pertama, soal sistem. Widodo ingin birokrasi tidak lagi reaktif. Pemerintah, menurut dia, harus punya mekanisme yang bisa mencegah masalah dari awal, bukan cuma nanggulangi setelah terjadi.

“Saya tidak mau kerja gali lubang tutup lubang. Kita harus bangun fondasi dan kerangka kerja yang benar,” ujarnya.

Kedua, kekompakan. Ini agak menarik. Ia minta semua perangkat daerah berhenti saling lempar tanggung jawab. Harus ada kolaborasi lintas sektor. Katanya, semua persoalan kota itu tanggungan bersama.

“Semua persoalan kota adalah tanggung jawab bersama. Tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Kita harus bergerak sebagai satu tim,” tegasnya.

Poin ketiga, integritas. Widodo mengingatkan bahwa integritas itu soal melakukan hal benar meski tak ada yang ngawasin. Ini nilai dasar, katanya, yang harus melekat.

“Lakukan hal yang benar sekalipun tidak ada yang melihat. Itulah integritas,” pesannya.

Terakhir, inovasi. Ia mendorong pejabat untuk terus mencari cara baru dalam pelayanan publik. Tidak perlu yang muluk-muluk. Inovasi sederhana pun, kalau berdampak nyata, sudah cukup berarti.

Menutup arahannya, Wali Kota menyampaikan sesuatu yang agak berbeda. Ia bilang, dirinya tidak menuntut kesempurnaan. Yang ia minta adalah kesungguhan. Dan loyalitas bukan pada orang, tapi pada nilai dan tujuan pembangunan Kota Kupang.

“Saya tidak menuntut kesempurnaan, tetapi saya menuntut kesungguhan. Saya juga tidak menuntut semua orang berpikir sama, tetapi saya menuntut loyalitas yang sama pada nilai dan tujuan,” pungkasnya.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar