Lonjakan Permintaan Pertalite Pasca Kenaikan Harga Pertamax, Pertamina Pastikan Stok Aman

- Sabtu, 13 Juni 2026 | 07:50 WIB
Lonjakan Permintaan Pertalite Pasca Kenaikan Harga Pertamax, Pertamina Pastikan Stok Aman

Kenaikan harga BBM non-subsidi jenis Pertamax menjadi Rp16.250 per liter sejak Rabu (10/6/2026) memicu lonjakan permintaan terhadap Pertalite, BBM bersubsidi dengan harga tetap Rp10.000 per liter. Fenomena ini terlihat dari antrean panjang konsumen di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang membeludak dalam beberapa hari terakhir. Menghadapi situasi tersebut, PT Pertamina Patra Niaga menegaskan bahwa stok Pertalite dalam kondisi aman dan distribusi ke seluruh jaringan SPBU tetap berjalan normal sesuai penugasan pemerintah.

Sekretaris Perusahaan Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menyatakan bahwa pihaknya terus memperkuat manajemen rantai pasok energi nasional. Upaya ini didukung oleh infrastruktur terminal BBM, lembaga penyalur, fasilitas penyimpanan, armada distribusi yang andal, serta sistem pemantauan terintegrasi di seluruh pelosok Indonesia. Menurutnya, langkah strategis tersebut diambil untuk menjamin kebutuhan energi masyarakat dapat terpenuhi secara berkelanjutan.

“Selain memastikan stok Pertalite dalam kondisi tersedia dan distribusi ke seluruh SPBU berjalan normal, Pertamina Patra Niaga juga terus melakukan pemantauan secara real-time terhadap kondisi stok dan penyaluran BBM di seluruh wilayah agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik,” ujar Roberth melalui keterangan tertulis, Sabtu (13/6/2026).

Dengan jaringan infrastruktur energi yang membentang luas dari Sabang hingga Merauke, Pertamina disebut mampu menjaga stabilitas pasokan serta melakukan respons cepat apabila diperlukan penambahan volume di wilayah-wilayah tertentu. Roberth menambahkan bahwa koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan, khususnya delapan cabang kantor wilayah (Regional 1-8), terus diperkuat untuk melakukan langkah antisipatif.

“Jika terdapat peningkatan kebutuhan di suatu wilayah, kami telah menyiapkan skema penguatan distribusi agar pasokan tetap terjaga,” tuturnya.

Di sisi lain, Pertamina Patra Niaga juga memastikan penyaluran BBM subsidi tetap tepat sasaran sesuai ketentuan dan regulasi yang berlaku. Masyarakat diminta membeli BBM sesuai peruntukannya, terutama bagi warga kelas menengah bawah yang memang menjadi sasaran penerima manfaat subsidi, bukan untuk kalangan ekonomi menengah ke atas.

“Kami mengimbau masyarakat untuk bijak menggunakan energi dengan membeli BBM sesuai kebutuhan dan sesuai dengan peruntukannya serta sesuai dengan jenis kendaraan yang digunakan. Pertamina Patra Niaga akan terus menjalankan tugas penyaluran energi dengan optimal serta memastikan ketersediaan Pertalite bagi masyarakat tetap terjaga,” pungkas Roberth.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar