JAKARTA Ada yang menarik dari kasus potongan video ceramah Jusuf Kalla soal mati syahid. Kuasa hukum JK, Abdul Haji Talaohu, curiga ini bukan sekadar kebetulan. Menurut dia, ada semacam gerakan yang sudah diatur rapi. "Saya bilang ini ada gerakan yang terpola," ujarnya. Abdul Haji muncul di program Rakyat Bersuara iNews, Selasa (28/4/2026). Di situ dia membeberkan nama-nama yang ikut meramaikan. Ade Armando di Cokro TV, lalu dua host di Youtube. Belum lagi Permadi Arya. Grace Natalie juga ikut nimbrung, bilang JK agak bermasalah. Sahat Sinurat pun datang. Semua itu, kata Abdul Haji, terjadi nyaris bersamaan. Bukan kebetulan, menurut dia. "Mereka sengaja memainkan sentimen," tegasnya. Padahal, lanjut Abdul Haji, seharusnya orang seperti Sahat Martin Philip Sinurat Ketua Umum DPP GAMKI lebih dulu meneliti videonya. Jangan langsung bikin laporan polisi. "Lihat dulu, pantaskah tokoh sebesar Pak JK melakukan penistaan agama?" ucapnya. Abdul Haji lalu mengingatkan rekam jejak JK. Wakil presiden dua periode itu, kata dia, sudah diakui dunia internasional sebagai tokoh perdamaian. Banyak kampus, dalam dan luar negeri, kasih dia gelar doktor honoris causa. "Beliau menyelesaikan konflik antaragama. Masa iya tiba-tiba menista agama?" katanya. Menurut Abdul Haji, ini tidak masuk akal. Nalar publik, baik intelektual maupun masyarakat biasa, pasti akan bertanya-tanya. "Ini kan tidak masuk dalam nalar kita," pungkasnya.
Artikel Terkait
Danantara Raup 1,5 Miliar Dolar AS dari Obligasi Global Perdana, Permintaan Investor Tembus 4,6 Miliar Dolar
Mahasiswa dan Aparat Saling Dorong di Depan DPRD Sultra saat Tolak Kenaikan BBM dan Kritik Program Makan Bergizi Gratis
Pemerintah Kota Makassar Dukung Penuh Forum Akademik Kedokteran Gigi Internasional 2026 yang Digagas Unhas
BGN Hentikan Sementara Distribusi Makan Bergizi Gratis Selama Libur Sekolah untuk Evaluasi Data