KAIRO – Mesir baru saja menggelar latihan perang. Lokasinya? Hanya 100 meter dari perbatasan Israel. Tank dan rudal dikerahkan. Ini jelas sebuah unjuk kekuatan militer yang sulit diabaikan. Latihan itu berlangsung di kawasan gurun, persis di dekat garis batas. Bukan sekadar rutinitas biasa, mereka mengerahkan alat utama sistem persenjataan semua untuk menunjukkan kesiapan tempur pasukan Mesir. Di sana, tank-tank terlihat bergantian menembak. Rudal meluncur ke arah target yang sudah ditentukan. Semua ini bagian dari simulasi serangan, skenario perang terbuka yang seolah-olah nyata. Belum selesai sampai di situ. Pasukan darat juga ikut bergerak. Mereka membentuk formasi menyerang, bergerak terkoordinasi, seolah-olah benar-benar hendak menguasai target sesuai rencana operasi militer. Yang bikin situasi ini makin menarik, jaraknya cuma sekitar 100 meter dari wilayah Israel. Bayangkan, begitu dekat. Intensitasnya terasa, pesannya pun keras. Menurut sejumlah pengamat, unjuk kekuatan ini bukan sekadar latihan biasa. Ini sinyal tegas dari Mesir. Bisa dibilang, semacam tekanan psikologis terhadap Israel. Di sisi lain, kawasan perbatasan memang selalu sensitif. Dalam dinamika konflik Timur Tengah, aktivitas militer di area ini gampang sekali menyedot perhatian internasional. Latihan perang ini setidaknya memperlihatkan satu hal: militer Mesir siap. Siap menghadapi berbagai kemungkinan. Kehadiran tank dan sistem persenjataan berat jadi penegas kekuatan pertahanan mereka bukan main-main.
Artikel Terkait
ESDM Siapkan Rp5,2 Triliun untuk Bangun Jaringan Gas Bagi 959 Ribu Rumah Tangga pada 2027
Menag Ajak Umat Jadikan Momentum Muharam untuk Perkuat Persatuan dan Kepedulian Sosial
Beras Tak Lagi Jadi Penyumbang Inflasi Utama, Mentan Sebut Pasokan Aman dan Stok Nasional Kuat
Menteri ESDM Bentuk Tim Khusus Awasi Pasokan Batu Bara untuk PLN