Penyebab kematian seorang mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) beserta tiga anggota keluarganya di dalam tenda saat berkemah di Taman Wisata Alam Posong, Temanggung, Jawa Tengah, akhirnya terungkap. Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa keempat korban meninggal akibat menghirup gas karbon monoksida (CO) yang berasal dari tungku briket atau arang yang menyala di dalam tenda yang tertutup rapat.
Keempat korban terdiri dari tiga laki-laki dan satu perempuan. Mereka adalah Muhammad Ali Munawar (52), Alvino Evan Hakim (17), Bagas Amar Hakiki (21), dan Maghfirah (43). Peristiwa tragis ini terjadi saat mereka sedang menjalani kegiatan berkemah di kawasan wisata alam tersebut.
Kapolres Temanggung, AKBP Zamrul Aini, mengungkapkan bahwa tungku dari tanah liat yang ditemukan di lokasi kejadian sejatinya digunakan sebagai alat penghangat tubuh. Namun, berdasarkan bukti foto yang ditemukan dari ponsel korban, terlihat bahwa tungku tersebut juga digunakan untuk membakar pisang.
“Tujuannya untuk penghangat. Namun dalam foto-foto korban, dalam handphone korban didapati korban menggunakan ini untuk membakar pisang. Kita tampilkan tadi, di atas tungku korban meletakkan pisang mungkin membuat pisang bakar,” kata Zamrul saat konferensi pers di Markas Polda Jawa Tengah.
Sementara itu, Kasubbid Kimbio Bid Labfor Polda Jawa Tengah, AKBP Ibnu Sutarto, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan simulasi di lokasi kejadian untuk memastikan sumber gas beracun tersebut. Uji pertama dilakukan dengan membakar arang di teras tenda dalam kondisi pintu terbuka.
“Itu di dalam dalam kurun waktu sekitar satu jam dengan posisi pembakaran di luar ruangan itu dalam ruangan sudah terdeteksi setiap kenaikan lima menit kita pantau, sampai satu jam itu sudah mencapai 200 lebih ppm CO-nya (karbon monoksida),” ucap Ibnu.
Ia menambahkan, simulasi kedua dilakukan dengan kondisi tenda tertutup. Hasilnya, dalam waktu kurang lebih satu jam, konsentrasi gas CO di dalam tenda mencapai 2.000 ppm jauh melampaui ambang batas aman bagi manusia. “Dari situ kita juga yakin kalau sumber gas yang meracuni itu korban adalah dari arang yang untuk pembakarannya,” lanjut dia.
Artikel Terkait
Laba Bersih BTN dan BSN Melonjak 54,37 Persen Hingga Mei 2026
2.872 Jemaah Haji Debarkasi Banjarmasin Tiba di Tanah Air, Delapan Kloter Telah Pulang
Polri Tegaskan Hanya Institusi Kepolisian yang Berwenang Terbitkan SIM
Juru Parkir di Brebes Gagalkan Pencurian Uang Rp3,6 Miliar dengan Teriakan