Danantara Siap Dorong BUMN Melantai di Bursa, Ini Daftarnya

- Rabu, 05 Agustus 2026 | 18:36 WIB
Danantara Siap Dorong BUMN Melantai di Bursa, Ini Daftarnya

Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria, mengungkapkan sejumlah BUMN berpotensi melantai di bursa saham melalui penawaran umum perdana atau IPO setelah proses restrukturisasi selesai. Hal ini disampaikannya di kantor Kementerian Keuangan, Rabu (5/8).

Dony menjelaskan, Danantara memiliki target bertahap. Pada tahun pertama, fokusnya adalah penyederhanaan dan konsolidasi perusahaan pelat merah. Tahun kedua, pengembangan sumber daya manusia dan budaya korporasi. Tahun ketiga, pengembangan inovasi dan teknologi.

"Tahun keempatnya baru kita nanti bicara mengenai value creation. Jadi mana akan kita strategic partnership, mana yang akan kita IPO, mana tetap tertutup. Nanti kita diskusikan juga dengan Kementerian Keuangan, arahannya tentu sebagai milik negara," ungkap Dony.

Dony yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) ini menambahkan, untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, ada beberapa BUMN dengan fundamental bagus yang berpotensi melantai di bursa. "Untuk pertumbuhan ekonomi nanti kan IPO akan banyak. Supaya di dalam capital market kita juga semakin banyak perusahaan, dan banyak perusahaan-perusahaan kita yang bagus," tuturnya.

Ia menyebutkan sejumlah nama yang masuk dalam daftar potensi IPO. "Contohnya masih ada Pegadaian, ada Pupuk Indonesia, ada Pelindo, ada Angkasa Pura, dan banyak sekali perusahaan-perusahaan yang memang itu setiap market cap bagus untuk kita IPO," tambahnya.

Sementara itu, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyambut baik rencana tersebut. Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, mengatakan kehadiran BUMN di pasar modal berperan penting dalam meningkatkan kedalaman dan likuiditas bursa.

"Tadi kami kedatangan Danantara kami juga menyampaikan harapan agar dari state owned enterprise juga masuk ke capital market karena kita sadar bahwa di beberapa stock exchange yang besar," ujar Nyoman Yetna di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (19/5).

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags