Tottenham Hotspur menggelontorkan dana sebesar 237 juta poundsterling untuk membangun ulang skuad menjelang musim baru Premier League. Langkah agresif ini diambil setelah Spurs nyaris terdegradasi pada musim lalu, finis hanya sedikit di atas zona merah.
Manajer Roberto de Zerbi menjadi arsitek di balik perombakan besar-besaran ini. Ia memimpin rekor belanja klub dengan mendatangkan sederet pemain baru, termasuk Sandro Tonali dari Newcastle dengan nilai transfer 100 juta poundsterling dan Mateus Fernandes dari West Ham seharga 85 juta poundsterling. Selain itu, Spurs juga merekrut Jan Paul van Hecke, Andrew Robertson, Martin Dubravka, dan Marcos Senesi.
"Apakah kita sudah meninggal?" kata De Zerbi, mengingat momen sulit musim lalu saat timnya kalah 0-1 dari Sunderland pada laga debutnya. Kekalahan itu menjadi titik balik yang mendorong perubahan besar di klub.
De Zerbi mengaku melakukan pendekatan personal kepada para pemain yang ingin pergi saat situasi sulit. "Pada awal waktu saya di bulan April, saya melakukan satu juta pertemuan individual," ungkapnya. Ia berjanji akan melepas pemain yang membantu tim bertahan, sebagai strategi menjaga fokus skuad.
"Mereka memberi tahu saya jika mereka tidak ingin berada di sini. Saya berkata: 'Ya, bantu saya untuk tetap bertahan, lalu saya membantu Anda untuk pergi,'" jelas De Zerbi. Ia menegaskan komitmennya untuk tetap bertahan dan memimpin klub dalam kondisi apa pun.
Keagresifan di bursa transfer menjadi ciri khas De Zerbi. "Di bursa transfer, ketika saya menginginkan satu pemain, saya menjadi seperti hiu," katanya. Ia menikmati proses negosiasi dan pendekatan langsung kepada target, bahkan melibatkan keluarga pemain. "Dengan Mateus Fernandes, saya berbicara dengan ibunya, dengan ayahnya," tambahnya.
Spurs juga berhasil memenangkan perburuan bek Jan Paul van Hecke dari Brighton meski sempat bersaing ketat. "Anda ingin menjatuhkan Tottenham untuk Brighton ketika membuat assist ke Rutter, sekarang Anda harus datang ke saya, Anda tidak punya pilihan," ujar De Zerbi.
Di sisi lain, klub melepas beberapa pemain untuk menjaga keseimbangan keuangan, termasuk Luka Vuskovic ke Brighton dengan nilai 45 juta poundsterling. "Kami menilai permintaan Vuskovic, bersama Vinai, bersama Johan, karena saya menganggap uang Tottenham adalah uang saya," kata De Zerbi. Ia menambahkan, "Ini seperti pemilik klub adalah ayah saya, saya pikir Anda tidak ingin meminta ayah Anda kehilangan uang."
Manajemen klub berupaya memaksimalkan pendapatan dari penjualan pemain. "Seperti semua klub besar, kami harus menjual pemain dengan harga sebesar mungkin dan kami harus mendatangkan pemain dengan biaya kecil," jelas De Zerbi.
Dengan belanja besar dan strategi yang matang, Tottenham berharap dapat kembali bersaing di papan atas Liga Inggris. Spurs masih membidik tambahan pemain di lini depan sebelum bursa transfer ditutup.
Artikel Terkait
Mayoritas Klub Inggris Terancam Rugi, Liga Primer Siapkan Aturan Baru
Peran Porro dalam Kepindahan Mateus Fernandes ke Tottenham
Lima Klub Eropa Berebut Troy Parrott, Striker AZ Alkmaar yang Moncer
Al Ittihad dan Trabzonspor Berebut Tanda Tangan Mohamed Salah