CEO Nvidia Sebut Momen Sekarang Waktu Terbaik untuk Memulai Bisnis

- Selasa, 04 Agustus 2026 | 14:12 WIB
CEO Nvidia Sebut Momen Sekarang Waktu Terbaik untuk Memulai Bisnis

CEO Nvidia, Jensen Huang, menilai momen saat ini merupakan waktu terbaik sepanjang sejarah untuk memulai bisnis. Pernyataan itu disampaikannya dalam acara Y Combinator's Startup School 2026, saat berbincang dengan CEO Y Combinator, Garry Tan.

"Ini benar-benar saat paling tepat untuk memulai perusahaan," kata Huang, seperti dikutip Fortune.

Huang yang berusia 63 tahun mengaku iri dengan peluang besar yang terbentang di depan para pendiri startup muda. Namun, dia juga sadar bahwa kesuksesan tidak datang dengan mudah. Sampai hari ini, dia masih bekerja setiap hari, memantau pergerakan tim, mengawasi riset dan pengembangan, serta memutuskan hal-hal yang dianggap membuang waktu bagi dirinya dan tim.

Menurut Huang, kecepatan perubahan teknologi memang bisa terasa menakutkan, tetapi overthinking justru menjadi hambatan terbesar bagi calon pengusaha. Dia mendorong mereka untuk menghadapi setiap tantangan dengan satu pertanyaan sederhana: "Seberapa sulitkah ini?"

Huang Sering Cemas Perusahaannya Bangkrut, tapi Kunci Suksesnya adalah Terus Belajar

Meski memberi nasihat optimistis, Huang mengakui bahwa kesuksesan tidak datang dengan mudah. Dia menyebut dirinya masih bekerja tujuh hari dalam seminggu dan terus dihantui rasa cemas perusahaannya bisa gulung tikar kapan saja.

"Kamu tahu ungkapan '30 hari lagi bangkrut'. Saya sudah memakai ungkapan itu selama 33 tahun," kata Huang dalam salah satu episode podcast The Joe Rogan Experience tahun lalu. Dia menambahkan bahwa rasa rentan, ketidakpastian, dan tidak aman itu tidak pernah benar-benar hilang darinya.

Rasa percaya dirinya justru berasal dari kesadaran bahwa pengusaha tidak perlu memiliki semua jawaban sejak hari pertama. Mereka hanya perlu punya kemauan untuk terus belajar.

Huang mengenang masa awal Nvidia, ketika perusahaannya salah memilih teknologi grafis dan dia sendiri tidak tahu cara memperbaikinya. Dengan hanya berbekal beberapa ratus dolar, Huang pergi ke toko Fry's, membeli tiga buku teknologi, lalu memberikannya kepada para engineer.

Dia menegaskan bahwa teknologi akan terus berubah, tetapi selama seseorang mampu menghadapi kenyataan dan terus belajar, jenis teknologinya sendiri sebenarnya tidak terlalu penting.

Warga AS Catat Rekor Pendirian Bisnis Baru

Situasi ekonomi saat ini sebenarnya belum sepenuhnya ideal bagi calon pengusaha. Pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat masih melambat, konflik di Timur Tengah terus membebani pasar, dan kecerdasan buatan mengubah wajah banyak industri secara cepat.

Kendati begitu, bintang acara Shark Tank, Kevin O'Leary menilai, ketidakpastian justru tidak seharusnya membuat calon pendiri startup ragu untuk memulai. O'Leary menyebut, data statistik justru membuktikan bahwa waktu terbaik memulai bisnis adalah saat kondisi sedang kacau, karena setiap kali ekonomi mengalami koreksi, di situlah muncul peluang besar bagi pengusaha untuk memulai sesuatu dan belajar bertahan di tengah tekanan.

Banyak warga Amerika tampaknya sepakat dengan pandangan tersebut. Media Inc. melaporkan bahwa sepanjang paruh pertama 2026, tercatat rekor 3,23 juta pengajuan pendirian bisnis baru, naik 12,1 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Meski begitu, mendirikan bisnis tidak menjamin kesuksesan. Data Biro Statistik Tenaga Kerja Amerika Serikat (BLS) mencatat hampir separuh bisnis baru gagal bertahan dalam lima tahun pertama beroperasi. Karena itu, pendiri Amazon Jeff Bezos menyarankan calon pengusaha untuk memperbesar peluang sukses dengan lebih dulu bekerja di perusahaan mapan sebelum membangun usaha sendiri.

"Saya selalu menyarankan anak-anak muda untuk bekerja dulu di perusahaan dengan praktik terbaik, tempat mereka bisa belajar hal-hal mendasar, seperti cara merekrut dan mewawancarai karyawan dengan baik," kata Bezos dalam acara Italian Tech Week, Oktober 2025.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags