Apple Inc hampir mencapai kapitalisasi pasar senilai 5 triliun dolar AS pada perdagangan Selasa (29/7/2026), sehari setelah mengungguli Nvidia sebagai perusahaan publik paling berharga di dunia. Saham produsen iPhone itu melonjak sekitar 25 persen sepanjang tahun ini, mengungguli perusahaan teknologi besar lainnya.
Saham Apple sempat menyentuh level tertinggi 342,89 dolar AS sebelum ditutup di 340,08 dolar AS, membawa kapitalisasi pasar kembali ke angka 4,99 triliun dolar AS atau setara Rp90,15 kuadriliun. Kenaikan ini terjadi di tengah derasnya investasi perusahaan teknologi besar seperti Alphabet, Amazon, Meta, dan Microsoft yang menggelontorkan ratusan miliar dolar untuk membangun infrastruktur kecerdasan buatan (AI). Sebaliknya, Apple mempertahankan belanja modal pada level rendah dan memilih memanfaatkan layanan komputasi awan serta teknologi AI milik Google.
Strategi tersebut sempat membuat Apple tertinggal pada 2025 karena investor khawatir perusahaan terlambat memanfaatkan tren AI. Kekhawatiran juga muncul akibat penundaan peluncuran Siri generasi terbaru yang baru akan hadir pada musim gugur tahun ini bersamaan dengan peluncuran iPhone terbaru.
Persaingan antara Apple dan Nvidia menjadi simbol perebutan gelar perusahaan paling bernilai di dunia. Nvidia, pemasok chip grafis untuk sebagian besar model AI generatif, menjadi perusahaan pertama yang mencapai kapitalisasi pasar 5 triliun dolar AS pada Oktober lalu. Namun, sepanjang tahun ini saham Nvidia hanya naik sekitar 6 persen, jauh di bawah kenaikan saham Apple.
Di sisi lain, saham Apple terus menguat meski perusahaan telah menaikkan harga sejumlah produk akibat lonjakan biaya memori dan penyimpanan global.
Luncurkan Program Sewa iPhone
Pada Selasa, Apple juga mengumumkan program baru bernama Upgrade yang memungkinkan pelanggan di Amerika Serikat menyewa iPhone dan produk Apple lainnya, alih-alih membeli secara langsung. Sebelumnya, pada bulan lalu Apple telah mengerek harga MacBook dan iPad. Langkah ini menjadi kebijakan resmi pertama perusahaan untuk meneruskan kenaikan biaya memori dan penyimpanan kepada konsumen, setelah CEO Tim Cook menyatakan kenaikan biaya tersebut tidak lagi dapat dihindari.
Laporan keuangan yang akan disampaikan pada Kamis (31/7/2026) juga menjadi kesempatan terakhir bagi Tim Cook sebagai CEO Apple. Posisi itu selanjutnya akan diisi oleh John Ternus, yang dijadwalkan resmi menjabat mulai 1 September 2026.
Artikel Terkait
Apple Tembus Kapitalisasi Pasar USD 5 Triliun, Siapkan Tiga Perangkat Rumah Pintar Baru
IHSG Dibuka Menguat Tipis di Tengah Variasi Pergerakan Bursa Asia
IHSG Melemah Tipis di Awal Pekan, Mayoritas Saham Tertekan
Telkom Targetkan Kapitalisasi Pasar Rp550 Triliun pada 2030 Lewat Transformasi TLKM30