BofA Sebut Valuasi Nvidia Sentuh Level Terendah 10 Tahun

- Senin, 10 Agustus 2026 | 05:40 WIB
BofA Sebut Valuasi Nvidia Sentuh Level Terendah 10 Tahun

Nvidia tengah bersiap memasuki siklus peningkatan kinerja yang berlangsung selama beberapa kuartal ke depan seiring dimulainya pengiriman chip generasi berikutnya, Vera Rubin. Namun, di tengah optimisme tersebut, BofA Global Research justru mencatat valuasi saham perusahaan berada pada titik terendah dalam satu dekade terakhir.

Dalam catatan terbaru kepada kliennya, BofA meyakini raksasa kecerdasan buatan (AI) itu akan melampaui target pendapatan kuartal kedua dengan margin yang signifikan. Mereka memperkirakan pendapatan kuartal kedua fiskal mencapai USD94 miliar hingga USD95 miliar, melampaui panduan awal sebesar USD91 miliar. Untuk kuartal ketiga, BofA memproyeksikan penjualan sebesar USD107 miliar hingga USD108 miliar, jauh di atas konsensus pasar yang berada di kisaran USD104 miliar.

Nvidia dijadwalkan merilis laporan keuangan setelah penutupan perdagangan pada Rabu, 26 Agustus 2026. BofA pun mempertahankan peringkat "Beli" dengan target harga USD350, serta menobatkan Nvidia sebagai pilihan utama di sektor ini.

Meski demikian, para analis menyoroti valuasi saham yang kini diperdagangkan pada level 16 kali lipat proyeksi laba per saham 2027. Rasio harga terhadap laba masa depan (forward P/E) tersebut merupakan yang terendah dalam sepuluh tahun terakhir.

Meredakan Kekhawatiran Margin dan Pembiayaan

Wall Street semakin berhati-hati terhadap dua titik tekanan utama: kenaikan inflasi komponen yang menggerus margin perangkat keras, serta skema pembiayaan vendor yang bersifat sirkular, di mana perancang chip mendanai pelanggan mereka sendiri. Analisis BofA menepis kekhawatiran pada kedua aspek tersebut.

Dampak kenaikan biaya memori pada sistem Vera Rubin mendatang, menurut BofA, hanya terbatas pada kisaran 60 basis poin. Selain itu, komitmen ekuitas mitra langsung Nvidia hanya mencakup 15 persen dari proyeksi arus kas bebas sebesar USD470 miliar dalam dua tahun ke depan, sehingga meredakan kekhawatiran mengenai risiko neraca keuangan.

Di sisi lain, kenaikan harga Dynamic Random-Access Memory (DRAM) menjadi topik hangat di seluruh rantai pasok semikonduktor. Komponen memori kini mencakup 40-50 persen dari total biaya produksi, dibandingkan dengan kisaran historis 15-20 persen. Namun, BofA berpendapat Nvidia memiliki perlindungan unik berkat kemampuan penentuan harga yang dinamis, hubungan pengadaan istimewa dengan pemasok seperti SK Hynix, serta tingginya harga jual arsitektur sistem rack-scale miliknya.

Menanggapi kekhawatiran investor mengenai investasi ventura Nvidia, BofA menghitung bahwa Nvidia telah berkomitmen mengucurkan dana ekuitas langsung sekitar USD70 miliar kepada mitra ekosistem, termasuk USD30 miliar untuk OpenAI dan hingga USD10 miliar untuk Anthropic. Dengan perkiraan perolehan arus kas bebas sebesar USD469 miliar selama tahun kalender 2026 dan 2027, perusahaan memiliki ruang yang cukup leluasa untuk memenuhi janjinya mengembalikan 50 persen dari arus kas bebas tersebut kepada pemegang saham.

BofA juga menambahkan bahwa jaminan senilai USD250 miliar untuk penyewaan fasilitas kampus 10-gigawatt milik SoftBank Energy di Ohio oleh OpenAI merupakan jaminan bersyarat yang berlaku di akhir periode (back-ended), bukan pengeluaran modal di muka. Struktur ini serupa dengan kesepakatan pembiayaan proyek standar.

Di tengah harga sewa GPU spot yang berada di dekat rekor tertinggi, mencapai USD5,66 per jam untuk cip B200, BofA memperkirakan Nvidia akan mempertahankan pangsa pasar dominan sebesar 65-70 persen di pasar akselerator AI secara luas hingga 2030. Mereka juga memproyeksikan potensi laba per saham (EPS) tahunan perusahaan akan melampaui USD25 pada tahun kalender 2030.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags