Seorang warga dilaporkan meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah pada Selasa, 16 Juni 2026. Peristiwa itu terjadi di tengah aktivitas masyarakat yang tengah berjalan normal, sebelum getaran kuat memicu kepanikan dan kerusakan di sejumlah titik.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari, menyampaikan bahwa korban jiwa tercatat di Kabupaten Sigi.
“Berdasarkan laporan yang dihimpun hingga pukul 19.00 WIB, satu warga dilaporkan meninggal dunia di Kabupaten Sigi,” ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta.
Sementara itu, proses pendataan yang dilakukan oleh tim tanggap darurat menunjukkan adanya peningkatan jumlah warga yang terdampak. Hingga saat ini, tercatat sekitar 312 jiwa atau 110 kepala keluarga di Sulawesi Tengah mengalami dampak langsung dari gempa tersebut. Selain korban jiwa, guncangan juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan di beberapa wilayah, meskipun pendataan lebih lanjut masih terus berlangsung.
Tim gabungan dari BNPB bersama pemerintah daerah setempat telah bergerak cepat untuk memetakan kerusakan dan memastikan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan yang masih berpotensi terjadi.
Artikel Terkait
GP Ansor Siap Kawal Program Swasembada Pangan Nasional
Gempa M 6,7 Guncang Sulawesi Tengah, Satu Tewas di Sigi dan Puluhan Lainnya Terluka
Grab Indonesia Operasikan 14.000 Kendaraan Listrik dan Berdayakan 189.000 Perempuan serta Disabilitas Sepanjang 2025
Beruang Muncul di Perkebunan Warga Tanggamus, Polisi Imbau Warga Waspada