Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) memutuskan untuk menyesuaikan komposisi wakil ganda campuran pada Kejuaraan Dunia BWF 2026 yang akan berlangsung di New Delhi, India, pada 17-23 Agustus. Dua pasangan, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu dan Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil, dipastikan tidak akan tampil. Dengan demikian, Indonesia hanya akan mengirim dua pasangan ganda campuran, yaitu Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah dan Marwan Faza/Aisyah Salsabila Putri Pranata.
Sekretaris Jenderal PBSI, Ricky Soebagdja, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari mekanisme administrasi dan regulasi keikutsertaan atlet di turnamen internasional. "Keputusan tersebut diambil untuk memastikan seluruh proses administrasi dan keikutsertaan atlet pada kejuaraan internasional berjalan sesuai regulasi serta mekanisme yang berlaku," ujarnya, Senin (4/8/2026).
Berdasarkan data Badminton World Federation (BWF), Jafar/Felisha telah mundur sejak 29 Juli. Sebelumnya, ada peluang bagi pasangan cadangan Dejan Ferdinansyah/Bernadine Anindya Wardana untuk menggantikan, namun promosi tersebut juga ditolak pada hari yang sama.
Pelatih Kepala Pelatnas PBSI, Eng Hian, menyatakan bahwa Jafar/Felisha masih berpotensi masuk skuad untuk Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya. "Masih memungkinkan (Jafar/Felisha bermain). Maka, kami belum memutuskan untuk daftar pendek (pemainnya)," katanya di Jakarta, Selasa.
Eng Hian juga mengungkapkan bahwa mundurnya pasangan tersebut dari Kejuaraan Dunia merupakan hasil evaluasi performa dan kebutuhan perbaikan atlet. "Ada evaluasi dari hasil turnamen sebelumnya. Itu juga salah satu alasan paling besar. Kami mengevaluasi apa yang jadi kebutuhan perbaikan untuk atlet-atlet," ujarnya.
PBSI saat ini tengah melakukan seleksi internal untuk menentukan daftar pemain yang akan berlaga di Asian Games 2026, dengan total sepuluh atlet putra dan sepuluh atlet putri. Daftar resmi akan diumumkan setelah Kejuaraan Dunia BWF 2026 berakhir.
Ricky Soebagdja juga menegaskan bahwa PBSI menghormati proses peradilan independen BWF terkait dugaan pelanggaran integritas yang melibatkan sejumlah pemain Indonesia. "Kami meminta masyarakat dan media tidak berspekulasi atau mengaitkan proses hukum ini dengan nama atlet tertentu sebelum ada keputusan resmi," ujarnya.
Artikel Terkait
PBSI Pindahkan Bagas Maulana ke Ganda Campuran, Berpasangan dengan Indah Cahya
PBSI Coret Dua Pasangan Ganda Campuran dari Kejuaraan Dunia 2026
PBSI Didesak Buka Suara soal Penarikan Jafar/Felisha dari Kejuaraan Dunia
Kapolri Resmi Tutup Kapolri Cup 2026, Apresiasi Dukungan Pembinaan Atlet Bulu Tangkis