Panglima TNI Tegaskan Komitmen Perkuat Pertahanan Siber Lewat Kolaborasi dengan BSSN

- Rabu, 29 April 2026 | 00:15 WIB
Panglima TNI Tegaskan Komitmen Perkuat Pertahanan Siber Lewat Kolaborasi dengan BSSN

Jakarta Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto, bicara soal pertahanan siber. Menurut dia, TNI punya komitmen besar untuk memperkuat postur keamanan di ruang digital. Caranya? Lewat pendekatan yang nggak main-main. Mulai dari pengembangan SDM yang unggul, penguatan regulasi dan doktrin, sampai kolaborasi lintas sektoral. Semua ini, kata dia, penting banget biar TNI siap menghadapi ancaman global yang makin kompleks di dunia maya.

Di sisi lain, Panglima juga nggak lupa menyoroti pentingnya sinergi. Terutama antara TNI dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Menurut dia, kerja sama ini harus terus diperkuat supaya pertahanan siber kita benar-benar tangguh dan adaptif.

“Mudah-mudahan kolaborasi antara TNI dengan BSSN semakin kita tingkatkan dalam rangka menghadapi ancaman, gangguan, hambatan, dan tantangan untuk mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Panglima TNI.

Pernyataan itu disampaikan saat ia menerima penghargaan Adhibhakti Sanapati dari BSSN. Penghargaan ini diberikan atas jasa dan dharma bakti TNI yang luar biasa di bidang keamanan siber dan persandian. Acaranya berlangsung di Auditorium Mayjen TNI (Purn) dr. Roebiono Kertopati, Kantor BSSN, Sawangan, Depok, pada Selasa, 28 April 2026.

Nah, menurut Panglima, perkembangan teknologi informasi sekarang ini udah melahirkan bentuk konflik baru. Namanya perang media atau perang non-fisik. Modusnya? Memanfaatkan berbagai platform komunikasi sebagai alat utama buat memengaruhi opini publik. Jadi, ancaman nggak selalu datang dalam bentuk fisik, lho.

Penganugerahan Adhibhakti Sanapati ini, selain jadi bentuk apresiasi, juga sekaligus penegas komitmen TNI. Bahwa TNI adalah institusi yang profesional, responsif, integratif, modern, dan adaptif termasuk di ruang siber. Tujuannya jelas: menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Momentum ini, kata mereka, jadi pengingat bahwa perang di era digital butuh strategi yang nggak kalah canggih.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar