Veda Ega Pratama Finis Keenam di Tes Resmi Moto3 Jerez, Hanya Tertinggal 0,186 Detik dari Tercepat

- Rabu, 29 April 2026 | 20:30 WIB
Veda Ega Pratama Finis Keenam di Tes Resmi Moto3 Jerez, Hanya Tertinggal 0,186 Detik dari Tercepat

HARIAN, JEREZ – Langit Spanyol masih terik ketika Veda Ega Pratama melesat di aspal Sirkuit Jerez. Namanya memang belum setenar para raksasa Moto3, tapi catatan waktanya mulai bikin orang melirik. Selasa (28/4) kemarin, pembalap muda Indonesia itu sukses merebut posisi keenam dalam tes resmi. Bukan hasil yang mengejutkan, tapi cukup membanggakan mengingat ia cuma kalah 0,186 detik dari yang tercepat. Di kelas Moto3, jarak sekecil itu ibarat sehelai rambut tipis, tapi krusial.

Total ada 20 pembalap yang ikut dalam sesi ini. Mereka mengaspal dari pukul sepuluh pagi sampai jam enam sore waktu setempat. Dan kalau dilihat dari hasil akhirnya, KTM benar-benar mendominasi. Tiga posisi teratas semuanya milik tim KTM Ajo. Valentin Perrone dari Tech3 jadi yang tercepat dengan waktu 1 menit 44,861 detik. Disusul Alvaro Carpe di posisi kedua, dan Brian Uriarte di urutan ketiga. Ngomong-ngomong, Uriarte ini cukup gila dia menuntaskan 95 lap dalam sehari. Bayangkan fisik kayak apa itu.

Nah, Veda sendiri mencatat waktu terbaik 1 menit 45,047 detik. Cuma selisih 0,042 detik dari Adrian Fernandez yang ada di atasnya. Tipis banget, kan? Ini menunjukkan bahwa persaingan di Moto3 memang tidak pernah ramah. Semua orang saling gigit, saling kejar, dan satu kesalahan kecil bisa bikin posisi melorot drastis.

Usai tes, Veda sempat ngobrol dengan awak media. Wajahnya masih segar, meski pasti lelah luar biasa.

“Hasil ini jadi modal penting buat saya menghadapi seri kelima Moto3 2026 di Le Mans, Prancis,” katanya.

Di sisi lain, tes ini sebenarnya juga jadi ajang evaluasi setelah seri keempat yang digelar di sirkuit yang sama. Jadi para pembalap sudah punya gambaran soal karakter tikungan, titik pengereman, dan ritme balapan. Tapi yang menarik, tiga tim besar LevelUp MTA, Intact GP, dan BOE Motorsports memilih absen. Entah kenapa, mungkin mereka punya agenda sendiri.

Soal ketatnya persaingan, lihat saja ini: 12 pembalap hanya terpaut kurang dari satu detik. Angka itu menggambarkan betapa sengitnya perebutan posisi di kelas ini. Bukan cuma soal kecepatan, tapi juga konsistensi dan keberanian ambil risiko.

Veda yang masih 17 tahun, sadar betul bahwa jalan masih panjang. Tapi ia tidak mau larut dalam euforia. Ia lebih fokus pada apa yang bisa diperbaiki.

“Kami akan terus berusaha memperbaiki catatan waktu dan strategi balap. Biar di Le Mans nanti bisa bersaing lebih ketat,” pungkasnya.

Kita lihat saja. Mungkin saja di Prancis nanti, namanya mulai sering disebut-sebut.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar