Pedro Acosta: Tekanan Marc Marquez Bukan Alasan bagi Bagnaia untuk Terus Gagal Bersaing

- Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:15 WIB
Pedro Acosta: Tekanan Marc Marquez Bukan Alasan bagi Bagnaia untuk Terus Gagal Bersaing

Pedro Acosta angkat bicara mengenai menurunnya performa Francesco Bagnaia sejak berpasangan dengan Marc Marquez di tim Ducati Lenovo pada MotoGP 2025. Menurut pembalap muda asal Spanyol itu, tekanan yang dihadapi Bagnaia memang tidak mudah, namun hal tersebut tidak bisa dijadikan alasan untuk terus-menerus gagal bersaing.

Sejak promosi ke MotoGP pada 2019, Bagnaia dikenal sebagai anak emas Ducati. Ia bahkan menjadi pembalap kedua setelah Casey Stoner yang mampu menyabet gelar juara dunia untuk pabrikan asal Italia tersebut. Sepanjang dekade 2020, Bagnaia menjadi tulang punggung tim dengan torehan 31 kemenangan dan 62 podium dari 107 balapan, serta dua gelar juara dunia.

Namun, catatan gemilang itu mendadak mandek begitu Marquez bergabung pada 2025. Dalam 30 seri hingga MotoGP Hungaria 2026, Bagnaia hanya mampu mengoleksi dua kemenangan dan 11 podium. Angka tersebut jauh di bawah standar yang pernah ia tetapkan sendiri.

Acosta menilai, kehadiran Marquez telah menciptakan tekanan psikologis yang besar bagi Bagnaia. Situasi seperti itu, menurutnya, sangat wajar dialami oleh pembalap yang berada satu garasi dengan legenda seperti Marquez.

“Ketika seseorang seperti Marc tiba, semuanya naik satu level. Tekanannya juga naik,” kata Acosta, dikutip dari Motosan, Sabtu (13/6/2026).

Pembalap yang dijuluki El Tiburon de Mazarron itu menduga Bagnaia terkejut karena posisinya sebagai pembalap nomor satu tiba-tiba terusik. Sebelum kedatangan Marquez, Bagnaia memang menjadi andalan utama Ducati.

“Tidak mudah untuk selalu menjadi nomor satu dan (tiba-tiba) dilewati rekan setimmu. Tidak ada alasan. Tapi, saya tidak bisa bilang begitu ketika tidak ada dalam garasi (yang sama),” tutup Acosta.

Menariknya, Acosta sendiri diprediksi akan merasakan langsung pengalaman menjadi rekan setim Marquez. Ia digadang-gadang akan mengisi kursi Bagnaia di tim Ducati Lenovo pada musim depan. Sementara itu, Bagnaia dikabarkan memilih hengkang ke Aprilia Racing dan bergabung dengan Marco Bezzecchi dengan kontrak jangka panjang bernilai fantastis.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar