Manajemen Borneo FC Samarinda bergerak cepat mengamankan pelatih baru untuk menghadapi kompetisi musim 2026-2027. Hanya tiga hari setelah berpisah dengan Fabio Lefundes, klub kebanggaan masyarakat Samarinda itu resmi memperkenalkan sosok pengganti di kursi kepelatihan.
Pesut Etam, julukan Borneo FC, menunjuk Mauro Jeronimo sebagai pelatih kepala untuk musim depan. Kehadiran pelatih asal Portugal itu menjadi awal dari fase baru yang tengah dibangun klub, baik di level domestik maupun kompetisi Asia.
Penunjukan Mauro tidak sekadar pergantian pelatih. Borneo FC juga mulai menjalankan restrukturisasi skuad demi membentuk tim yang lebih sesuai dengan arah baru klub. Manajemen menyampaikan optimisme terhadap pengalaman dan kualitas yang dimiliki Mauro, terutama pengalaman menangani tim di kawasan Asia dan ASEAN yang menjadi pertimbangan utama.
“Borneo FC Samarinda dengan bangga memperkenalkan Mauro Jeronimo sebagai pelatih kepala untuk mengarungi musim 2026/2027,” demikian pernyataan resmi klub, Sabtu (13/6/2026).
Manajemen menilai Mauro membawa karakter dan visi yang dibutuhkan untuk menjaga daya saing tim. Klub menaruh harapan besar agar era baru ini dapat menghadirkan prestasi yang lebih baik.
“Berbekal pengalaman melatih di kompetisi Asia dan ASEAN, pelatih asal Portugal ini hadir membawa visi, karakter, dan ambisi besar untuk membawa Pesut Etam terus bersaing di level tertinggi. Perjalanan baru dimulai. Tantangan baru menanti. Kita satukan langkah, bekerja lebih keras, dan memburu prestasi demi kejayaan Samarinda!! MANYALA,” lanjut pernyataan tersebut.
Di sisi lain, di balik kedatangan pelatih baru, Borneo FC mulai melakukan perubahan besar dalam komposisi pemain. Hingga pertengahan Juni 2026, tercatat 15 pemain dipastikan meninggalkan klub. Mereka adalah Mohammad Khanafi, Syahrul Trisna, Mohammad Anez, Ahmad Agung, Alfharezzi Buffon, Christophe Nduwarugira, Daffa Fasya, Ikhsannul Zikrak, Ardi Idrus, Cleylton Santos, Kaio Nunes, Koldo Obieta, Kei Hirose, Muhammad Sihran, dan Mariano Peralta.
Perubahan dalam jumlah besar itu menunjukkan Borneo FC sedang membangun ulang fondasi tim. Langkah tersebut menjadi bagian dari penyesuaian terhadap kebutuhan teknis dan filosofi permainan yang akan dibawa Mauro Jeronimo.
Musim 2026-2027 menjadi momen penting bagi Pesut Etam untuk memulai lembaran baru. Dengan kombinasi pelatih baru dan restrukturisasi skuad, Borneo FC berharap dapat kembali bersaing di papan atas dan tampil lebih kompetitif sepanjang musim.
Artikel Terkait
Kejagung Jadwalkan Pemeriksaan Mantan Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya Pekan Depan Terkait Permohonan Justice Collaborator
Alwi Farhan dan Zaki Ubaidillah Tembus Semifinal Australian Open 2026, Bukti Regenerasi Bulu Tangkis Indonesia
ESDM Perketat Pengawasan Tambang Batu Bara, Perusahaan Wajib Penuhi Syarat Perizinan Sebelum Beroperasi
Polisi Bersihkan Sisa Aksi Mahasiswa di Thamrin Usai Demo Berakhir