IDXChannel – Hari kesembilan operasional haji 1447 H/2026 M sudah berjalan. Kabar dari Kementerian Haji dan Umrah RI, proses pemberangkatan dan kedatangan jemaah dilaporkan lancar. Tertib juga. Semua titik layanan, kata mereka, sudah siap melayani.
Hasan Afandi, Kepala Biro Humas Kemenhaj, ngasih update. Sampai tanggal 28 April 2026, total 122 kloter dengan 47.834 jamaah sudah diberangkatkan ke Tanah Suci. Di sisi lain, 113 kloter atau sekitar 44.315 jamaah sudah sampai di Madinah. Mereka langsung menempati hotel yang disiapkan. Ada petugas yang mendampingi, siaga 24 jam.
“Secara umum, penyelenggaraan berjalan lancar dan terkendali. Seluruh jamaah mendapatkan layanan sejak keberangkatan hingga tiba di Madinah dengan pendampingan petugas yang siaga,” ujar Hasan dalam keterangannya, Rabu (29/4/2026).
Nah, soal barang bawaan, Hasan menekankan pentingnya patuh aturan. Ini bukan main-main. Soalnya menyangkut keselamatan penerbangan dan jamaah itu sendiri. Dilarang keras bawa barang berbahaya, apalagi titipan yang isinya nggak jelas.
“Ini bukan sekadar aturan administratif, tetapi menyangkut keselamatan penerbangan dan perlindungan seluruh jamaah. Kepatuhan menjadi kunci agar perjalanan ibadah berjalan aman dan nyaman,” kata dia.
Menurut sejumlah laporan, sempat ada kendala teknis. Tapi Kemenhaj memastikan semua jamaah yang terdampak sudah diberangkatkan. Misalnya, kloter SUB-16 berangkat 28 April 2026 jam 24.00 WIB, terus tiba di Madinah jam 04.22 WAS. Sementara kloter BTH-05 sudah lebih dulu berangkat pada 27 April 2026.
Ada juga insiden kecelakaan bus di Madinah. Kejadiannya 28 April 2026, sekitar jam 10.30 WAS. Bus itu membawa jamaah SUB-02 dan JKS-01. Akibatnya, 7 jamaah JKS-01, 2 jamaah SUB-02, dan 1 pengurus KBIHU mengalami luka ringan. Lumayan serem, sih.
Sampai sekarang, satu jamaah masih dirawat. Namanya Sri Sugi Hartini, usia 60 tahun. Ia berada di RS Al Hayyat Madinah. Kata petugas, seluruh jamaah yang terdampak sudah dapat penanganan medis dan pendampingan.
Lebih lanjut, Hasan menegaskan komitmen Kemenhaj untuk menjaga ketertiban layanan. Termasuk terhadap Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU). Mereka diminta selalu koordinasi dengan petugas resmi. Jangan macam-macam.
“Kami tegaskan, tidak boleh ada penawaran di luar kepentingan ibadah, tidak boleh ada pungutan tambahan, dan seluruh aktivitas harus terkoordinasi dengan petugas resmi. Jika dilanggar, kami tidak akan ragu memberikan sanksi tegas hingga pencabutan izin,” tegas Hasan.
Di akhir, Hasan juga ngimbau jamaah jaga kesehatan. Ikuti arahan petugas. Dan yang paling penting, jaga kekhusyukan ibadah. Pemerintah, katanya, berkomitmen ngasih layanan yang ramah khususnya buat lansia, disabilitas, dan perempuan.
"Pemerintah berkomitmen memberikan layanan yang ramah bagi seluruh jamaah, khususnya lansia, disabilitas, dan perempuan," katanya.
(Febrina Ratna Iskana)
Artikel Terkait
Gubernur Papua Tegaskan Tanah Masyarakat Depapre Tak Akan Dibeli untuk Proyek Pusat Perikanan
Mesir Gelar Latihan Perang 100 Meter dari Perbatasan Israel, Kerahkan Tank dan Rudal
Pemerintah Akan Umumkan Aturan Baru Outsourcing Sebelum May Day 2026
Mantan Finalis Putri Indonesia Riau Jadi Tersangka Dokter Kecantikan Gadungan, 15 Korban Alami Cacat Permanen