Minggu siang (15/3/2026) di Sumedang, suasana di Jalan Raya Rancaekek berubah riuh. Bukan karena kemacetan biasa, melainkan adanya penyekatan besar-besaran. Langsung dipimpin Wakapolda Jawa Barat, Brigjen Pol Adi Vivid Agustiadi Bachtiar, petugas dari Polda Jabar dan Polres Sumedang menggelar razia ketat terhadap truk-truk besar atau tronton.
Lokasinya tepat di depan Kawasan Dwipapuri Abadi, Desa Sawahdadap, Cimanggung. Kapolres Sumedang AKBP Sandityo Mahardika beserta jajarannya turun langsung memeriksa satu per satu kendaraan sumbu tiga yang melintas. Mereka tak main-main. Pemeriksaan dilakukan menyeluruh, mulai dari dokumen dan izin angkutan, waktu operasional, hingga yang paling krusial: muatan. Apakah ada yang kelebihan muatan atau ODOL?
Hasilnya? Tak tanggung-tanggung, ada 85 truk yang kena tegur. Mereka kedapatan melanggar aturan, entah soal jam operasi atau masalah muatan. Semua didata dengan rapi. Menurut sejumlah saksi, petugas juga tak lupa memberikan imbauan langsung kepada para sopir agar lebih taat aturan di jalan.
Brigjen Pol Adi Vivid pun buka suara. Ia menegaskan, aksi ini bukan sekadar razia biasa.
“Penyekatan kendaraan sumbu tiga ini bagian dari upaya Polda Jawa Barat dalam memastikan kelancaran arus lalu lintas selama Operasi Ketupat Lodaya 2026,” ujarnya.
Alasannya jelas. Kendaraan barang besar dibatasi operasionalnya agar tidak memadati jalan dan memicu kemacetan, apalagi kecelakaan, saat arus mudik Lebaran mulai mengalir deras.
Di sisi lain, Kapolres Sumedang, AKBP Sandityo Mahardika, lebih menekankan aspek penegakan hukum.
“Kami bersama jajaran Polda Jawa Barat melakukan pemeriksaan menyeluruh. Bagi yang melanggar, kami beri teguran. Tujuannya agar ke depan lebih disiplin,” ungkap Sandityo.
Ia juga mengingatkan soal jadwal pembatasan. Aturan itu berlaku cukup lama, mulai 13 Maret hingga 29 Maret 2026. Jadi, para pengemudi truk besar diharapkan bisa mengatur ulang logistik mereka selama periode tersebut.
Kegiatan yang berlangsung sejak siang itu akhirnya berakhir sekitar pukul lima lebih sepuluh menit sore. Situasi berjalan aman dan terkendali. Razia usai, tapi pengawasan ketat terhadap truk-truk besar di jalur mudik, tampaknya, baru saja dimulai.
Artikel Terkait
Polisi Bekuk Dua Pelaku Penyiraman Air Keras di Jakbar Kurang dari 12 Jam, Dipicu Pertengkaran Sepak Bola
Mantan Finalis Puteri Indonesia Tersangka Klinik Kecantikan Ilegal, 15 Pasien Alami Cacat Permanen
Shayne Pattynama Sebut Film Dokumenter The Longest Wait Rekam Perjuangan Emosional Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Menteri PPPA Minta Maaf soal Usulan Gerbong Khusus Perempuan yang Dinilai Tak Sensitif Pascakecelakaan KRL