Bruno Gomes Bangkit, Persis Solo Hajar Bali United 3-0

- Minggu, 15 Maret 2026 | 20:30 WIB
Bruno Gomes Bangkit, Persis Solo Hajar Bali United 3-0

Suara peluit akhir di Stadion Manahan malam itu disambut gemuruh. Sorak-sorai pendukung Persis Solo bukan cuma merayakan kemenangan 3-0 atas Bali United, tapi seolah menyambut sebuah perubahan. Lini serang Laskar Sambernyawa akhirnya menemukan taringnya. Dan di pusat semua perhatian itu, ada Bruno Gomes.

Striker asal Brasil itu tampak seperti penyerang yang baru saja menemukan kembali jati dirinya. Dua gol yang ia cetak malam itu bukan sekadar angka. Gol-gol itu adalah pernyataan: Persis kini punya senjata yang bisa bikin was-was lawan mana pun.

Namun begitu, cerita di ujung lain Indonesia justru berkebalikan. Di Makassar, PSM masih menunggu-nunggu. Mereka masih berharap Alex Tanque, sang striker andalan, bisa segera bangkit dan menunjukkan ketajaman yang dijanjikannya sejak awal musim.

Sejak menit pertama laga, Bruno sudah terlihat beda. Dia tak cuma diam menunggu umpan. Pergerakannya aktif, mencari celah, menarik bek lawan keluar posisi. Pertahanan Bali United kewalahan mengawalnya.

Gol pertamanya malam itu murni soal insting. Posisinya tepat, penyelesaiannya tenang. Bola meluncur melewati kiper sebelum bek sempat bereaksi.

Gol keduanya? Itu semakin mempertegas dominasi Persis. Dalam sebuah serangan balik cepat, Bruno lagi-lagi menunjukkan ketajamannya. Sentuhan akhirnya bersih dan akurat, tanpa keraguan sedikitpun.

Sebenarnya, malam itu hampir jadi malam yang sempurna. Bruno hampir mencetak hattrick. Tapi wasit membatalkan gol ketiganya karena dinilai offside. Meski begitu, dua gol sudah lebih dari cukup untuk menjadikannya bintang lapangan.

Yang menarik justru sikapnya usai laga. Di ruang konferensi pers, Bruno sama sekali tak terlihat jumawa.

"Buat saya, yang penting tim menang. Gol pribadi itu nomor dua. Saya malah tidak terlalu memikirkan gol yang dianulir tadi. Fokus kami adalah menjalankan taktik pelatih dengan baik," ujar pemain 29 tahun itu.

Dia juga menegaskan, performa impresifnya itu bukan kerja sendiri.

"Gol-gol itu buah dari kerja tim. Semua pemain bergerak, menciptakan ruang. Saya cuma menyelesaikan saja."

Pernyataan itu sekaligus menggambarkan identitas baru Persis: bermain kolektif, tidak menggantungkan segalanya pada satu orang.

Kebangkitan Bruno ini jadi cerita menarik di paruh kedua musim. Sebelum ke Solo, ia membela Semen Padang dengan catatan biasa saja: dua gol dari sebelas laga. Statistik yang jauh dari mentereng.

Tapi sejak pindah, semuanya berubah. Dalam empat pertandingan bersama Persis, ia sudah mencatatkan tiga gol. Angka yang menunjukkan dia mulai nyambung dengan gaya bermain tim barunya. Bagi pendukung Laskar Sambernyawa, ini kabar gembira. Akhirnya ada penyerang yang benar-benar berkontribusi.

Di sisi lain, situasi di PSM Makassar justru suram. Alex Tanque, yang datang dengan beban ekspektasi besar sebagai mesin gol, belum juga menemukan bentuk terbaiknya. Padahal, Juku Eja sedang dalam situasi sulit. Performa tim fluktuatif, dan mereka butuh sekali striker yang bisa mengubah peluang sekecil apapun menjadi gol.

Dua striker Brasil, dua nasib yang berbeda. Bruno Gomes di Solo sedang naik daun, perlahan menjadi pahlawan baru. Sementara Alex Tanque di Makassar masih berjuang membuktikan diri.

Musim ini masih panjang. Dalam sepak bola, segalanya bisa berubah dalam hitungan pekan. Tapi untuk saat ini, satu hal jelas terlihat: di Stadion Manahan, Bruno Gomes sedang berubah menjadi momok yang sungguh menakutkan.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar