SHANGHAI Suasana di Sirkuit Internasional Shanghai pagi itu terasa berat, terutama bagi Max Verstappen. Sang juara dunia empat kali itu tampak hancur. Rentetan masalah teknis dan operasional benar-benar merusak penampilannya di Sprint Race F1 GP China, Sabtu (14/3/2026). Hari yang ingin ia lupakan secepatnya.
Dia start dari posisi delapan. Tapi cuma dalam satu putaran, posisinya langsung merosot ke urutan 14 gara-gara kegagalan start yang fatal. Perjuangannya sepanjang balapan pendek itu terasa sia-sia. Verstappen akhirnya cuma mampu finis kesembilan, tanpa poin.
“Jujur, saya tidak punya banyak kata untuk saat ini,” ujarnya, suaranya datar penuh kekecewaan.
“Segala sesuatu yang bisa salah, benar-benar terjadi.”
Menurut Verstappen, mobil RB22-nya terasa sangat liar dan sulit dikendalikan. Selain start yang buruk, degradasi ban juga jadi masalah besar. Dia merasa ban mobilnya aus jauh lebih cepat ketimbang para rival di lintasan. Safety Car yang muncul di akhir balapan sempat memberi angin segar, memberinya kesempatan ganti ban. Tapi tetap saja, itu tak cukup untuk membawanya meraih poin.
Keseimbangan mobilnya berantakan. Beberapa komponen, katanya, tidak dipersiapkan dengan baik. Verstappen menuntut timnya melakukan evaluasi total sebelum kualifikasi utama nanti.
Namun begitu, kesialan ternyata tak cuma menimpa Verstappen. Di kubu Red Bull, pembalap muda Isack Hadjar juga harus gigit jari. Mobilnya rusak akibat insiden benturan dengan Andrea Kimi Antonelli dari Mercedes. Antonelli kena penalti 10 detik, tapi tetap finis kelima. Sementara Hadjar terdampar di posisi 15, balapannya sia-sia.
“Dengan kerusakan itu, saya sama sekali tidak bisa mempelajari apa pun dari lintasan,” keluh Hadjar.
Di tengah kemuraman itu, ada secercah cahaya. Liam Lawson, pembalap Racing Bulls yang masih bagian dari keluarga Red Bull, tampil mengejutkan. Pembalap asal Selandia Baru itu balapan dengan solid, finis ketujuh dan berhasil mengamankan poin. Prestasinya bahkan mengungguli Verstappen. Lawson jadi pembalap bermesin Honda terbaik di Sprint Race Shanghai, sebuah fakta yang mungkin sedikit mengusik kubu utama.
Hari itu, Shanghai jelas bukan milik Verstappen. Semua mata kini tertuju pada bagaimana dia dan Red Bull akan bangkit untuk balapan utama.
Artikel Terkait
Agen Jorge Mendes Tawarkan Manuel Ugarte ke Juventus dan AC Milan
Manchester United dan Liverpool Berebut Francisco Conceição, Winger Juventus Incaran Utama
Veda Ega Pratama Finis Keenam di Tes Resmi Moto3 Jerez, Hanya Tertinggal 0,186 Detik dari Tercepat
Trio Bayern Munich Cetak 100 Gol Gabungan, Pertama dari Klub Non-Spanyol di Abad Ini