Suasana Stadion Pakansari di Cibinong, Bogor, berubah total dini hari tadi. Bukan untuk pertandingan sepak bola, tapi untuk sesuatu yang lebih cepat dan penuh adrenalin: balap lari. Sejak tengah malam, ratusan anak muda memadati tribun, bertahan hingga waktu sahur tiba. Mereka semua ingin menyaksikan adu kecepatan para pelari, baik pria maupun wanita, yang berlangsung seru.
Menurut sejumlah saksi, acara yang digelar Minggu (15/3/2026) dini hari itu benar-benar ramai. Sorak-sorai penonton memecah keheningan malam, menyemangati setiap langkah peserta menuju garis finish.
Nah, yang menarik, kegiatan ini ternyata difasilitasi oleh kepolisian. Idenya sederhana: memberikan wadah positif agar energi muda tak meluap ke hal-hal yang meresahkan, terutama di bulan Ramadan. Daripada bikin ulah di jalanan, lebih baik saling adu cepat di lintasan yang aman.
Dirkrimsus Polda Jawa Barat, Kombes Wirdhanto Hadicaksono, tampak antusias membicarakannya. Dia bilang acara seperti ini ‘sangat luar biasa’.
“Saya selaku perwira pengamat objek dari Polda Jawa Barat mengapresiasi Polres Bogor atas kegiatan untuk pemberdayaan dan pembinaan generasi muda khususnya di bulan suci Ramadan,” ujarnya.
Memang, mengelola semangat anak muda di bulan puasa itu tantangan sendiri. Wirdhanto punya pendapat yang cukup gamblang. Kalau tidak difasilitasi dengan baik, energi mereka bisa saja berbelok ke arah negatif. Itu yang coba dicegah.
“Namun demikian dengan kegiatan dash run ini,” lanjutnya, “ini tentunya selain juga aktualisasi diri dari adik-adik kita untuk bisa berolahraga ya khususnya di lari, lari cepat ya dash run. Di satu sisi juga ini merupakan bagian yang positif untuk bisa mengembangkan potensi olahraga yang dimiliki.”
Tak lupa dia mengucapkan terima kasih pada semua pihak yang terlibat. Rupanya, acara serupa juga digelar di beberapa kabupaten dan kota lain di Jawa Barat. Hanya saja, sebagian masih memanfaatkan jalan raya tentu ini berisiko.
Di sisi lain, dengan lokasi seperti Stadion Pakansari, semuanya jadi lebih terkendali. Aman untuk pesertanya, dan tidak mengganggu pengendara atau warga sekitar. “Daripada nanti kalau di tempat yang di luar kan tentunya akan lebih banyak berisiko,” jelas Wirdhanto. Intinya, olahraga bisa tetap berjalan, tapi ketertiban umum juga harus dijaga.
Pada akhirnya, menurutnya, lomba semacam ini punya efek ganda. Selain menyalurkan hobi, juga membantu menekan angka gangguan keamanan. Polisi pun bisa lebih mudah memantau dan membina komunitas-komunitas muda, khususnya yang punya hobi lari.
“Sehingga akhirnya bisa kita arahkan untuk mengarah kepada hal yang lebih baik dan positif,” pungkasnya. Malam itu di Pakansari, teriakan penonton bukan untuk keributan, tapi untuk sportivitas. Hasilnya? Semua pihak senang.
Artikel Terkait
Anggota DPR Desak Investigasi Tabrakan Kereta di Bekasi, Soroti Gagalnya Sistem Keselamatan Berlapis
Jetour International Luncurkan Strategi Global Travel+ dan Dua Merek Baru di Auto China 2026
Mahasiswi STMA Trisakti Korban Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek Dimakamkan di Jambi
Kombes Eko Budhi Purwono Diusulkan ke Hoegeng Awards 2026, Dinilai Sukses Ubah Pola Pikir Warga Lewat Program Green Policing