Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Agung mengungkap sebuah pola menarik atau lebih tepatnya, mengkhawatirkan dalam tata kelola Kemendikbudristek di era Nadiem Makarim. Menurut mereka, pengelolaan kementerian saat itu lebih banyak bertumpu pada orang-orang terdekat sang menteri. Alih-alih melibatkan pejabat resmi yang paham betul seluk-beluk dunia pendidikan, lingkaran dalamlah yang justru dominan.
Roy Riadi, salah satu JPU, menjelaskan hal ini dalam keterangannya Selasa lalu.
Pola kepemimpinan yang eksklusif dan tertutup ini, lanjut Roy, menciptakan kesenjangan komunikasi yang ekstrem. Bahkan pejabat tinggi, mulai dari level direktur hingga eselon I, diklaim tak pernah sekalipun bertemu langsung dengan menteri mereka. Evaluasi kerja? Jangan ditanya.
Artikel Terkait
Polisi Gunung Putri Bantu Warga Buka Pintu Mobil yang Terkunci Otomatis
Jusuf Kalla dan Guru Besar Bahas Ancaman Defisit Anggaran Daerah
Paus Leo XIV Serukan Penghentian Kekerasan dan Kembali ke Dialog di Timur Tengah
NTT Data Luncurkan Pabrik AI Berbasis NVIDIA untuk Percepat Adopsi Perusahaan