BASEL Harapan untuk membawa pulang piala Swiss Open 2026 pupus sudah. Alwi Farhan takluk di tangan Yushi Tanaka dari Jepang dalam laga final yang berlangsung di St. Jakobshalle, Minggu (15/3/2026) malam waktu Indonesia. Dengan skor 18-21 dan 12-21, pebulutangkis tunggal putra Indonesia itu terpaksa puas dengan gelar runner-up.
Suasana awal pertandingan sebenarnya cukup menegangkan. Kedua pemain saling serang, tak ada yang mau memberi celah. Poin silih berganti hingga kedudukan sempat menyentuh angka 9-9. Tanaka berhasil masuk interval gim pertama dengan keunggulan tipis 11-10.
Namun begitu, Alwi tak tinggal diam. Usai jeda, ia malah tampil lebih garang dan berbalik memimpin 14-12. Sayangnya, momentum itu tak bertahan lama.
Tanaka, dengan permainan yang tenang dan terukur, perlahan-lahan mengambil alih. Tekanannya bertubi-tubi, dan di fase akhir gim pertama, ia unggul 18-16. Alwi berusaha mengejar, tapi upayanya tak cukup. Tanaka menutup gim pertama dengan 21-18.
Memasuki gim kedua, keadaan berubah drastis. Seolah belajar dari kesalahan, Tanaka langsung menekan sejak bola pertama melayang. Alwi terlihat kesulitan menemukan ritme. Dalam waktu singkat, sang pebulutangkis Jepang sudah unggul 7-3.
Alwi mencoba bangkit, memangkas selisih sedikit. Tapi Tanaka terlalu solid. Ia menjaga jarak aman dan masuk interval dengan skor 11-7.
Pasca-jeda, situasi makin sulit bagi Alwi. Permainan Tanaka makin rapat, sulit ditembus. Poin demi poin diraih Tanaka, sementara Alwi seperti kehilangan akal. Jaraknya melebar menjadi 11-17.
Pada titik itu, jalan kembali tampak tertutup. Tanaka akhirnya dengan percaya diri mengunci kemenangan 21-12, sekaligus mengukuhkan diri sebagai juara Swiss Open 2026.
Kekalahan ini tentu pahit. Bukan hanya untuk Alwi, tapi untuk kontingen Indonesia secara keseluruhan. Sebelumnya, nasib serupa sudah dialami Putri Kusuma Wardani di partai final tunggal putri. Artinya, Indonesia pulang dari Basel tanpa satu gelar pun.
Yushi Tanaka layak diacungi jempol. Konsistensi dan taktik permainannya di final sungguh mematikan. Sementara bagi Alwi Farhan, ini adalah pelajaran berharga. Runner-up di turnamen level ini jelas bukan prestasi buruk, tapi rasa kecewa pasti ada. Tinggal bagaimana ia bangkit untuk pertarungan berikutnya.
Artikel Terkait
Megawati Hangestri Mundur dari Timnas Voli Putri Jelang Rangkaian Turnamen Internasional 2025-2026
Kiandra Ramadhipa dan Veda Ega Pratama: Dua Talenta Muda Indonesia Bersaing Menuju MotoGP
Persib Bandung Targetkan Kembali ke Puncak Klasemen saat Bertemu Bhayangkara FC di Pekan ke-30
Megawati Hangestri Mundur dari Timnas Voli Putri demi Fokus Karier di Klub Korea