Trump Desak Sekutu Buka Kembali Selat Hormuz, Alihkan Beban dari AS

- Kamis, 02 April 2026 | 09:35 WIB
Trump Desak Sekutu Buka Kembali Selat Hormuz, Alihkan Beban dari AS

Dalam pidato terbarunya dari Gedung Putih, Presiden Donald Trump punya pesan tegas untuk sekutu-sekutu Amerika Serikat. Intinya? Saatnya tunjukkan nyali. Dia mendesak negara-negara mitra AS untuk membantu membuka kembali Selat Hormuz, jalur air vital yang macet total sejak perang antara Washington bersama Israel dan Iran memanas.

Pidato yang disiarkan langsung pada Rabu (1/4) malam itu adalah yang pertama kalinya Trump secara khusus membahas perang Iran di waktu "primetime". Menurut laporan AFP dan CNN, Kamis (2/4/2026), dia berulang kali menegaskan bahwa Amerika tidak akan tinggal diam melihat sekutu-sekutunya di Timur Tengah terancam bahaya.

Namun begitu, beban utama justru dia alihkan. Trump menegaskan, sekutu-sekutu AS-lah yang punya tanggung jawab untuk membuka selat itu kembali.

"Negara-negara di dunia yang... menerima minyak melalui Selat Hormuz harus mengurusi jalur tersebut," tegas Trump.

Dia bahkan mendorong mereka untuk, singkatnya, mengambil alih. "Pergilah ke selat tersebut dan rebut saja, lindungi, gunakan untuk diri Anda sendiri. Bagian yang sulit sudah selesai, jadi seharusnya mudah," cetusnya dengan nada khasnya. Seruannya jelas: kumpulkan keberanian yang selama ini tertunda, dan pimpin operasi merebut kendali atas jalur strategis pemasok minyak dan gas global itu.

Pidato ini, bagi banyak pengamat, adalah sinyal terbaru dari rencana Trump. Dia ingin mengakhiri perang di Iran, tapi tanpa harus melibatkan AS secara langsung untuk merebut kembali Selat Hormuz. Padahal, selat itu sudah berminggu-minggu ditutup efektif oleh rezim Teheran. Imbasnya? Krisis energi global yang mendongkrak harga minyak dan gas melambung tinggi. Situasi yang sudah bikin banyak negara kelabakan.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar