NTT Data baru saja meluncurkan sesuatu yang mereka sebut "Pabrik AI Perusahaan". Ini bukan pabrik konvensional, tentu saja, melainkan sebuah inisiatif strategis yang dibangun di atas teknologi NVIDIA. Intinya, mereka ingin membantu perusahaan-perusahaan di berbagai belahan dunia untuk mengadopsi kecerdasan artifisial dengan lebih cepat dan, yang penting, lebih aman.
Kalau dirinci, solusi full-stack ini menawarkan paket lengkap. Mereka mengintegrasikan segala hal mulai dari data, infrastruktur, sampai tata kelola AI secara menyeluruh. Tujuannya jelas: menciptakan model operasional yang konsisten, bisa dipakai berulang, dan yang paling krusial siap langsung dijalankan di lingkungan produksi nyata. Dengan pendekatan semacam ini, klien diharapkan bisa melihat nilai bisnis yang terukur lebih cepat.
Di sisi lain, semua ini tak lepas dari dukungan NVIDIA. Pabrik AI NTT Data ini pada dasarnya adalah sebuah ekosistem yang dirancang agar adaptif, cerdas, dan otomatis. Mereka memadukan infrastruktur GPU NVIDIA dengan jaringan berkinerja tinggi, lalu menyempurnakannya dengan perangkat lunak NVIDIA AI Enterprise. Hasilnya? Sebuah sistem AI berkinerja tinggi dengan latensi rendah yang bisa dijalankan di mana saja, mulai dari cloud, pusat data, hingga komputasi tepi.
Tak berhenti di situ, NTT Data juga mengintegrasikan dua teknologi NVIDIA lainnya: NeMo dan NIM. NeMo adalah perangkat lunak untuk membangun dan mengelola sistem AI agentik berskala besar. Sementara NIM menyediakan microservice dalam kontainer yang sudah dioptimalkan untuk GPU. Kombinasi keduanya bertujuan mempermudah segalanya: menstandarkan hasil, memotong kompleksitas, mengurangi risiko, dan pada akhirnya meningkatkan pengembalian investasi.
Menurut Abhijit Dubey, CEO NTT Data, Inc., kolaborasi ini intinya menyediakan lingkungan yang kokoh dan terstandar bagi klien.
"Dengan teknologi NVIDIA, kami memberi klien landasan yang aman untuk mengadopsi AI agentik. Mereka bisa mendapatkan hasil yang terukur, dan itu bisa dirasakan sejak awal implementasi," ujarnya.
Beberapa proyek percontohan sudah menunjukkan dampaknya. Ambil contoh di sektor kesehatan. Sebuah rumah sakit riset kanker ternama bekerja sama dengan NTT Data dan Dell. Mereka memanfaatkan platform NVIDIA HGX untuk analisis radiologi yang lebih mendalam dan akurat.
Kemudian, ada kisah sukses di manufaktur otomotif. Sebuah pemasok global bermitra dengan NTT Data untuk mempercepat modernisasi pabrik pintarnya. Hasilnya cukup dramatis: waktu penyiapan produksi yang biasanya makan berbulan-bulan bisa dipangkas hingga hanya tinggal beberapa hari.
Sementara di bidang manufaktur teknologi, sebuah perusahaan di AS menggunakan jasa NTT Data untuk memvalidasi lini produksi baterai generasi terbaru. Mereka mengandalkan simulasi yang dipercepat oleh NVIDIA. Tujuannya praktis: memangkas risiko kegagalan dan sekaligus meningkatkan jumlah produksi.
Jadi, inisiatif "pabrik" ini lebih dari sekadar jargon. Ia menawarkan sebuah jalur yang lebih terstruktur bagi perusahaan yang ingin benar-benar memanfaatkan AI, tanpa harus terjebak dalam kerumitan teknis yang sering kali menghambat.
Artikel Terkait
Ariana Grande Umumkan Album Baru Petal Rilis 31 Juli, Kolaborasi dengan Ilya Salmanzadeh
Mensos Gus Ipul Dorong Setiap Desa Miliki Operator Data Sendiri demi Akurasi DTSEN
Empat Anggota TNI Disidang di Pengadilan Militer karena Siram Air Keras ke Aktivis KontraS
Harga Minyak Dunia Melonjak 6% Akibat Blokade Selat Hormuz dan Kebuntuan Negosiasi Nuklir Iran