Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.401 per Dolar AS, Tertekan Faktor Domestik

- Selasa, 05 Mei 2026 | 10:15 WIB
Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.401 per Dolar AS, Tertekan Faktor Domestik

Nilai tukar rupiah di pasar spot kembali menunjukkan pelemahan pada awal perdagangan Selasa (5/5/2026), dibuka di posisi Rp17.401 per dolar Amerika Serikat. Posisi tersebut mencerminkan depresiasi tipis sebesar 0,04 persen jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan pada Senin (4/5/2026) yang berada di level Rp17.394 per dolar AS. Meski penurunannya tergolong kecil, pergerakan ini menandai tekanan lanjutan terhadap mata uang Garuda di tengah dinamika pasar global.

Berdasarkan data Bloomberg hingga pukul 09.35 WIB, rupiah terus bergerak melemah 0,07 persen ke level Rp17.406 per dolar AS. Pelemahan ini terjadi seiring dengan beragamnya pergerakan mata uang di kawasan Asia pada pagi hari. Peso Filipina tercatat menjadi yang paling tertekan dengan koreksi sebesar 0,21 persen, disusul Ringgit Malaysia yang melemah 0,18 persen, baht Thailand turun 0,1 persen, serta dolar Hong Kong yang terkoreksi 0,03 persen. Sementara itu, Dolar Taiwan terpantau bergerak stagnan dengan kecenderungan melemah terhadap dolar AS.

Di sisi lain, sejumlah mata uang Asia justru mencatatkan penguatan. Won Korea Selatan memimpin dengan apresiasi sebesar 0,2 persen. Yen Jepang dan dolar Singapura juga mencatatkan kenaikan tipis masing-masing sebesar 0,02 persen. Kondisi ini menunjukkan bahwa tekanan terhadap rupiah tidak sepenuhnya mencerminkan pelemahan seragam di kawasan, melainkan lebih dipengaruhi faktor domestik dan sentimen pasar tertentu.

Sebelumnya, pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, telah memprediksi bahwa rupiah berpotensi menembus level psikologis Rp17.400. Ia memproyeksikan fluktuasi mata uang domestik akan tetap berada dalam tren yang melemah.

"Untuk perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp17.390 - Rp17.440," kata Ibrahim.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar