PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) menyatakan kesiapannya untuk melunasi obligasi yang akan jatuh tempo pada 28 Mei 2026. Perusahaan telah menyiapkan dana internal guna memenuhi kewajiban tersebut, termasuk pembayaran pokok dan bunga terakhir.
Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Selasa (5/5/2026), emiten semen pelat merah itu telah mengalokasikan dana untuk melunasi Obligasi Berkelanjutan I Tahap II 2019 Seri B. Nilai pokok obligasi tersebut mencapai Rp714 miliar.
Group Head of Corporate Finance SMGR, Hasan Arifin, mengungkapkan bahwa perseroan akan menyiapkan dana pembayaran pokok obligasi beserta bunga ke-28. Total dana yang harus dibayarkan mencapai Rp730.243.500.000.
“Dana tersebut akan dibayarkan kepada PT Kustodian Sentral Efek (KSEI) paling lambat tanggal 28 Mei 2026,” ujar Hasan dalam pernyataan resminya.
Sebelumnya, lembaga pemeringkat efek Pefindo telah mengumumkan bahwa obligasi tersebut memiliki peringkat idAAA. Obligasi ini diterbitkan pada 28 Mei 2019 dengan tenor tujuh tahun dan tingkat kupon 9,1 persen per tahun.
Untuk melunasi kewajiban tersebut, Semen Indonesia mengandalkan dana internal yang tersedia. Perusahaan mencatatkan posisi kas sebesar Rp3,9 triliun per 30 September 2025, yang dinilai cukup untuk memenuhi kewajiban pembayaran obligasi tersebut.
Artikel Terkait
Airlangga Hartarto: Ekonomi Indonesia Tetap Solid di Tengah Gejolak Global, IMF Sebut sebagai Bright Spot
Pertumbuhan Ekonomi RI Kuartal I-2026 Tembus 5,61 Persen, Tertinggi dalam Setahun Terakhir
Saham Nikel Tertekan, Pasar Cermati Rencana Pemerintah Terapkan Bea Keluar dan Windfall Tax
Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.401 per Dolar AS, Tertekan Faktor Domestik