Tiga Kawasan Wisata Jogja Masuk Peta Rawan Longsor, Dinas Pariwisata Pastikan Tetap Aman

- Selasa, 09 Desember 2025 | 21:18 WIB
Tiga Kawasan Wisata Jogja Masuk Peta Rawan Longsor, Dinas Pariwisata Pastikan Tetap Aman

Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta baru-baru ini mengingatkan soal potensi bencana alam di sejumlah lokasi wisata. Ternyata, ada tiga kawasan yang masuk dalam peta rawan longsor. Menurut data yang dihimpun BPBD DIY, wilayah itu meliputi Perbukitan Menoreh, lalu Pegunungan Sewu, serta kawasan Perbukitan Patuk-Imogiri.

Kepala Dinas Pariwisata DIY, Imam Pratanadi, mengonfirmasi hal ini dalam keterangannya pada Selasa (9/12).

“Berdasarkan olahan data BPBD, ketiga kawasan itu punya potensi rawan tanah longsor,” jelas Imam.

Meski begitu, dia langsung memberi penjelasan yang menenangkan. Sejak tahun 2023 lalu, peristiwa longsor yang tercatat hanya terjadi di area parkir Tebing Breksi. Itu pun lokasinya spesifik.

“Kejadian di tempat lain tidak secara spesifik menimpa destinasi wisata. Jadi, operasional tempat wisata tetap berjalan, tidak terdampak,” katanya menambahkan.

Namun begitu, Imam mengakui bahwa dampak tidak langsung tetap ada. Longsor di beberapa titik sempat merusak infrastruktur jalan, yang otomatis bisa menghambat akses para pelancong.

Longsor, seperti kita tahu, adalah fenomena alam yang sulit ditebak. Karena itulah, pemetaan kawasan rawan seperti ini sebenarnya jadi prosedur standar. Tujuannya jelas: mitigasi. Langkah antisipasi untuk mengurangi risiko sebelum sesuatu yang tidak diinginkan terjadi.

Semua Tempat Wisata Masih Buka

Nah, kabar baiknya, sampai detik ini belum ada satu pun destinasi wisata yang ditutup akibat laporan potensi ini. Semua tempat tetap beroperasi normal.

“Kami tekankan, destinasi di kawasan berpotensi bencana itu aman untuk dikunjungi. Aktivitas wisata bisa dilakukan seperti biasa,” tegas Imam Pratanadi.

Walaupun begitu, kewaspadaan tidak diturunkan. Pengawasan di lapangan dilakukan secara intensif dan melibatkan banyak pihak. Mulai dari dinas pariwisata kabupaten dan kota, BPBD, Satpol PP, hingga TNI dan Polri. Pengelola destinasi dan masyarakat setempat juga dilibatkan dalam sistem pemantauan ini.

Menjelang akhir tahun yang biasanya ramai wisatawan, sejumlah langkah praktis telah disiapkan. Pemasangan rambu penunjuk arah dan rambu peringatan diperiksa ulang. Peralatan keamanan dan keselamatan juga dicek agar berfungsi dengan baik.

Koordinasi dengan dinas di tingkat kabupaten dan kota terus digiatkan untuk memastikan pelaku usaha menjalankan SOP. Mereka juga memantau kondisi cuaca secara real-time, salah satunya lewat feed CCTV yang tersedia.

“Kami pantau cuaca di destinasi secara real-time. Prakiraan dari BMKG juga kami ikuti berkala. Informasi ter-update bisa diakses lewat kanal JITV,” ujar Imam.

Intinya, semua upaya ini dirancang secara terpadu. Koordinasi intensif diharapkan bisa menjamin keamanan dan kenyamanan wisatawan selama berlibur.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler