Terminal Pakupatan Serang Catat Lonjakan Penumpang Jelang Mudik Lebaran

- Minggu, 15 Maret 2026 | 21:15 WIB
Terminal Pakupatan Serang Catat Lonjakan Penumpang Jelang Mudik Lebaran

Oleh: Meghat Rakawinanggi


TVRINews, Kota Serang

Suasana Terminal Pakupatan di Kota Serang mulai berubah. Menjelang Idulfitri, geliat aktivitas di terminal itu kian terasa, ditandai dengan membludaknya penumpang dan lalu-lalang bus. Tren peningkatannya sendiri cukup signifikan, lho.

Menurut Aditya Bayu Aji, Petugas Sarana dan Prasarana di terminal tersebut, kenaikan itu sudah tercatat sejak hari sebelumnya.

"Untuk perkembangan baik armada maupun penumpang pada hari kemarin mengalami kenaikan. Armada meningkat sebesar 8,1 persen, jumlah penumpang 8,0 persen, dan penumpang yang berangkat mengalami kenaikan persentase sebesar 11,1 persen," jelasnya pada Minggu, 15 Maret 2026.

Nah, dari data yang ada, pemudik yang tumpah ruah di terminal ini kebanyakan menuju Jawa dan Sumatra. Angkanya memang naik. Tapi yang menarik, persentase kenaikan untuk total keberangkatan justru lebih tinggi, menyentuh 11,1 persen. Artinya, lebih banyak orang yang benar-benar berangkat, bukan sekadar numpang lewat atau datang.

Secara rinci, bus yang masuk tercatat 483 unit dengan membawa 4.102 penumpang. Di sisi lain, untuk arus keluar atau keberangkatan, sudah 460 kendaraan yang meluncur mengangkut 4.443 pemudik.

Padahal, kapasitas terminal sebenarnya bisa menampung hingga 600 armada. Faktanya? Baru sekitar 400 unit yang benar-benar beroperasi di lapangan saat ini. Ya, masih ada ruang lebih, tapi tampaknya itu tak akan bertahan lama.

Pihak terminal memprediksi puncak keramaian justru belum datang. Mereka memperkirakan hari-hari paling sibuk akan terjadi pada tanggal 18 dan 19 Maret mendatang. Makanya, buat para calon pemudik, pesannya sederhana: waspada dan berangkatlah lebih awal. Jangan sampai terjebak dalam kepadatan yang diprediksi akan memuncak nanti.


Editor: Redaksi TVRINews

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar