Wanita 21 Tahun Tewas Usai Lompat Bungee Tanpa Tali Pengaman di Brasil, Tiga Petugas Ditahan

- Senin, 15 Juni 2026 | 04:35 WIB
Wanita 21 Tahun Tewas Usai Lompat Bungee Tanpa Tali Pengaman di Brasil, Tiga Petugas Ditahan

Seorang wanita berusia 21 tahun tewas setelah melompat dalam aktivitas bungee jumping tanpa tali pengaman terpasang di tubuhnya. Peristiwa nahas itu terjadi di Jembatan Skeleton, Sao Paulo, Brasil, pada Sabtu (13/6) waktu setempat. Tiga orang petugas yang terlibat dalam kegiatan tersebut kini telah diamankan oleh kepolisian setempat.

Video yang beredar di media sosial memperlihatkan momen sebelum korban melompat. Dalam rekaman tersebut, dua orang pria terlihat mengangkat dan melemparkan korban dari atas jembatan. Namun, saat tubuhnya melesat ke bawah, tidak ada satu pun tali pengaman yang terikat di tubuhnya. Padahal, bungee jumping merupakan olahraga ekstrem yang mengandalkan tali elastis besar yang terikat pada tubuh atau pergelangan kaki untuk menahan laju jatuh peserta.

Polisi setempat menyatakan bahwa peralatan pengaman tidak terpasang dengan benar pada saat lompatan dilakukan. Akibatnya, korban tidak selamat dari jatuh tersebut. Dalam pernyataan resmi yang dikutip pada Senin (15/6/2026), penyidik mengungkapkan bahwa tiga orang pria telah ditangkap dengan tuduhan pembunuhan dengan kategori dolus eventualis, yaitu pelaku menyadari risiko kematian tetapi tetap menjalankan aksinya.

“Investigasi sedang berlangsung untuk menentukan keadaan dan menetapkan tanggung jawab,” ujar polisi dalam pernyataannya.

Media lokal mengidentifikasi korban sebagai Maria Eduarda Rodrigues de Freitas. Ia jatuh dari ketinggian sekitar 40 meter hingga akhirnya meninggal dunia. Sesaat sebelum kecelakaan itu terjadi, de Freitas sempat mengunggah gambar lokasi tersebut di media sosial Instagram dengan keterangan yang berbunyi: “Siapa orang gila yang membiarkan saya melompat dari jembatan???”

Sementara itu, video-video sebelumnya yang merekam aktivitas bungee jumping di jembatan yang sama yang dioperasikan oleh perusahaan bernama Entre Cordas menunjukkan para peserta selalu menggunakan tali pengaman tebal yang terikat di pinggang mereka saat diluncurkan. Peristiwa kali ini menjadi kontras dengan prosedur keselamatan yang biasanya diterapkan.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar