Di Jalan Kalimalang, Bekasi, suasana sudah mulai berubah sejak Minggu pagi. Jelang Lebaran, pemudik yang memilih sepeda motor mulai terlihat melintas. Mereka tampak membawa bekal perjalanan yang beragam, mulai dari tas ransel hingga kardus dan karung yang diikat dengan cermat di bagian belakang motor. Bahkan, beberapa di antaranya tak sendirian; ada yang membawa serta anak-anak dan anggota keluarga lainnya.
Arusnya memang belum bisa dibilang padat betul. Tapi kalau dibandingkan dengan hari-hari biasa, peningkatannya jelas terasa. Rupanya, banyak yang sengaja berangkat lebih awal. Strateginya sederhana: menghindari kemacetan parah yang biasanya terjadi saat puncak mudik nanti.
Salah satu pemudik yang sudah berada di jalan adalah Pahi, 42 tahun. Pria asal Klender, Jakarta Timur ini bersama istrinya memutuskan untuk kembali ke kampung halaman di Cirebon dengan motor. Bagi mereka, ini sudah jadi rutinitas tahunan.
"Kami dari Klender, menuju Kuningan, Cirebon," katanya, ditemui di pinggir Jalan Kalimalang. "Paling kalau lancar perjalanan 5-6 jam."
Pahi mengakui perjalanan selama itu cukup melelahkan. Namun begitu, dia memilih untuk tetap santai saja saat berkendara. "Pengin pakai bus cuma mungkin bus sudah penuh jadi pakai sepeda motor. Ya santai saja yang penting sampai," ucapnya.
Hingga siang ini, lalu lintas di lokasi terpantau cukup ramai. Meski belum sampai macet total, volume kendaraan jelas bertambah. Peningkatan ini tak hanya dari pemudik, tapi juga dari warga yang beraktivitas akhir pekan ke pusat perbelanjaan. Perlahan tapi pasti, gelombang mudik Lebaran mulai terasa denyutnya.
Artikel Terkait
Masa Depan Emil Audero Masih Abu-Abu Usai Cremonese Degradasi, Sang Agen Buka Suara
Belanda vs Jepang di Piala Dunia 2026: Duel Sengit Perebutan Tiket Perdana Grup F
Polisi Bongkar Praktik Judi Terselubung di Dua Arena Bermain Anak, Omzet Capai Rp2,1 Miliar per Bulan
Trump Kecam Serangan Israel di Beirut di Tengah Negosiasi Damai dengan Iran