Jakarta Fair 2026: Simulator Masinis LRT Jakarta Jadi Daya Tarik Utama Pengunjung

- Senin, 15 Juni 2026 | 01:15 WIB
Jakarta Fair 2026: Simulator Masinis LRT Jakarta Jadi Daya Tarik Utama Pengunjung

Suasana Jakarta Fair Kemayoran 2026 di JIExpo Kemayoran pada Minggu, 14 Juni 2026, tetap ramai dikunjungi masyarakat sejak sore hingga malam hari. Ajang tahunan itu menghadirkan 1.800 stan yang menampilkan 2.800 merek, mulai dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) hingga perusahaan berskala besar.

Salah satu stan yang menyedot perhatian pengunjung berada di Hall C1, tepatnya di Anjungan DKI Jakarta. Di lokasi itu, PT LRT Jakarta memamerkan berbagai aktivitas edukatif dan interaktif seputar transportasi publik berbasis rel. Selain memajang merchandise khas LRT, stan ini juga menyediakan buku mini yang dapat diisi stempel sesuai nama setiap stasiun LRT Jakarta.

Namun, daya tarik utama stan tersebut adalah program cobainjadimasinis. Melalui program ini, pengunjung dapat mencoba simulasi mengendarai kereta LRT secara langsung. Untuk bisa menjajal simulator itu, peserta akan dipandu oleh petugas stan. Rika, salah satu petugas, menjelaskan bahwa terdapat syarat usia yang harus dipenuhi.

"Syarat usianya harus lebih dari 17 tahun. Untuk anak-anak yang kurang dari 17 tahun bisa tetap mencoba, tetapi harus didampingi oleh orang tua ataupun saudara. Nanti kami akan membantu mengarahkannya," jelas Rika.

Jurnalis Metro TV, Indira Pramesti, sempat mencoba simulator tersebut. Sebelum simulasi dimulai, peserta dipinjamkan topi khas masinis agar pengalaman terasa lebih nyata. Prosesnya diawali dengan memastikan seluruh pintu kereta tertutup dan mengecek sinyal hijau sebagai tanda kereta aman berjalan. Peserta kemudian diminta membunyikan klakson satu kali panjang, mengarahkan tuas kemudi ke posisi forward, lalu menekan tuas gas untuk menjalankan kereta.

"Batas kecepatannya sampai 50 kilometer per jam. Kalau misalnya kita lebih dari 50, nanti bisa kena EB atau Emergency Brake. Emergency Brake itu adalah pengereman otomatis saat keadaan darurat, jadi kereta akan langsung berhenti," papar Rika.

Selama perjalanan simulasi di rute rel virtual Jakarta, peserta juga diajarkan prosedur saat kereta akan memasuki stasiun. Peserta harus membunyikan klakson sebanyak dua kali, lalu menyesuaikan posisi berhenti kereta dengan tanda kotak abu-abu di layar simulator. "Ketika kita sudah berhenti, direction handle harus dikembalikan ke posisi netral. Kemudian untuk tuas gas (handle throttle) juga harus netral, dan kita tinggal menekan tombol untuk membuka pintu," tambah Rika.

Bagi pengunjung yang berhasil menyelesaikan simulasi, pihak LRT Jakarta telah menyiapkan sejumlah hadiah menarik secara cuma-cuma. "Setelah selesai simulasi kita bisa dapat merchandise. Ada stempel, stiker, buku-buku, dan ada lanyard juga. Pengunjung tinggal pilih mau hadiah yang mana," pungkas Rika.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini