Nah, kabar baiknya, sampai detik ini belum ada satu pun destinasi wisata yang ditutup akibat laporan potensi ini. Semua tempat tetap beroperasi normal.
Walaupun begitu, kewaspadaan tidak diturunkan. Pengawasan di lapangan dilakukan secara intensif dan melibatkan banyak pihak. Mulai dari dinas pariwisata kabupaten dan kota, BPBD, Satpol PP, hingga TNI dan Polri. Pengelola destinasi dan masyarakat setempat juga dilibatkan dalam sistem pemantauan ini.
Menjelang akhir tahun yang biasanya ramai wisatawan, sejumlah langkah praktis telah disiapkan. Pemasangan rambu penunjuk arah dan rambu peringatan diperiksa ulang. Peralatan keamanan dan keselamatan juga dicek agar berfungsi dengan baik.
Koordinasi dengan dinas di tingkat kabupaten dan kota terus digiatkan untuk memastikan pelaku usaha menjalankan SOP. Mereka juga memantau kondisi cuaca secara real-time, salah satunya lewat feed CCTV yang tersedia.
Intinya, semua upaya ini dirancang secara terpadu. Koordinasi intensif diharapkan bisa menjamin keamanan dan kenyamanan wisatawan selama berlibur.
Artikel Terkait
Bendung Katulampa Siaga 3, Warga Diimbau Waspada Banjir
Waspada Cuaca Ekstrem, Jabodetabek Masuki Status Siaga hingga Awal Februari
Mantan Kades Karangtengah Gunakan Dana BLT Rp1,35 Miliar untuk Modal Politik
Kesadaran Seorang Mahasiswa Kesehatan: Tulang Bukan Sekadar Daftar Hafalan