Pasar saham kita masih belum keluar dari awan mendung. Pekan lalu, IHSG kembali mencatatkan penurunan, kali ini anjlok 3,05% ke level 7.137. Tekanan jual masih terasa begitu kuat, mendominasi pergerakan indeks sepanjang perdagangan.
Analis dari MNC Sekuritas, dalam riset Daily Scope Wave mereka, menyoroti satu hal penting. Area support terdekat yang selama ini diandalkan, ternyata sudah jebol juga. Ini sekaligus menegaskan betapa dalamnya pelemahan yang terjadi.
Secara teknikal, situasinya memang rumit. Kalau dilihat dari analisis gelombang, posisi IHSG saat ini kemungkinan besar sedang berada di bagian dari wave (v) dari wave [c] dari wave A pada label hitam. Atau, bisa juga diinterpretasikan sebagai wave (2) pada label merah. Intinya, sinyal yang muncul belum terlalu menggembirakan.
Dengan kondisi seperti ini, kemungkinan besar IHSG masih akan melanjutkan koreksinya. Target berikutnya ada di rentang 6.991 hingga 7.140. Namun begitu, jangan langsung putus asa. Peluang untuk penguatan jangka pendek masih terbuka, lho. Jika ada momentum baik, indeks bisa mencoba menguji area 7.241 sampai 7.308.
Nah, untuk berjaga-jaga, para trader biasanya mematok level-level krusial. Untuk IHSG, support berikutnya ada di 7.071 dan 6.971. Sementara itu, resistance atau penghalang naik berada di kisaran 7.527 dan 7.678.
Rekomendasi Saham Pilihan
ADMR – Buy on Weakness
Berbeda dengan IHSG, ADMR justru menguat 3,19% ke 1.940. Volume pembelian mendominasi, meski pergerakannya masih terjebak di antara rentang MA20 dan MA60. Analis memperkirakan saham ini sedang berada di bagian dari wave [ii] dari wave C (label hitam) atau awal wave iii dari wave (v) (label merah).
Rekomendasi: Beli di area lemah 1.910–1.935.
Target Harga: 2.030, lalu 2.120.
Stoploss: Pasang di bawah 1.860.
DSNG – Spec Buy
Artikel Terkait
Manchester United Kalahkan Aston Villa 3-1, Raih Tiga Poin Krusial di Old Trafford
KPK Tegaskan Operasi Antikorupsi Tetap Berjalan Saat Libur Lebaran 2026
Mentan Amran Gelar Ramadan Tanpa Sekat, Bagikan Bantuan ke 500 Penerima
DPR Dorong Sekolah Siapkan Guru Hadapi Pembatasan Medsos untuk Anak di Bawah 16 Tahun