Sudah mulai terasa, riak arus mudik Lebaran. Di Jalan Kalimalang, Bekasi, pada Minggu (15/3/2026) atau persis H-5 Idulfitri, pemandangan itu perlahan muncul. Bukan kemacetan parah, tapi lalu-lalang sepeda motor dengan beban khas mudik mulai terlihat jelas.
Kalau diperhatikan, ciri-ciranya mudah dikenali. Tas ransel besar, kardus berikat tali, sampai karung yang ditumpuk di jok belakang. Yang bikin hati sedikit deg-degan, beberapa motor membawa serta anak-anak dalam perjalanan jauh mereka. Suasana memang belum terlalu ramai, tapi peningkatan jumlah kendaraan roda dua di jalur itu sudah nyata dibanding hari biasa. Rupanya, banyak yang memilih berangkat lebih awal. Strategi mereka sederhana: menghindari puncak kepadatan yang biasanya terjadi belakangan.
Di sisi lain, ada cerita di balik setiap perjalanan. Seperti Pahi (42), warga Klender yang ditemui di lokasi. Bersama istrinya, ia memilih menunggang motor untuk pulang ke kampung halaman di Cirebon. Bagi mereka, ini sudah jadi rutinitas tahunan.
"Kami dari Klender, menuju Kuningan Cirebon, paling kalau lancar perjalanan 5-6 jam,"
ujarnya. Lima jam di atas motor? Tentu melelahkan. Pahi mengakuinya. Tapi dia punya cara sendiri.
"Ingin pakai bus cuma mungkin bus sudah penuh, jadi pakai sepeda motor. Ya santai saja yang penting sampai,"
tuturnya lagi. Kuncinya cuma satu: santai berkendara demi keselamatan.
Hingga saat ini, lalu lintas di Kalimalang terpantau padat tapi masih bergerak. Kemacetan total belum terjadi. Nuansa mudik, bagaimanapun, sudah tak terbendung lagi.
(Febrina Ratna Iskana)
Artikel Terkait
Prabowo Targetkan Bangun 30–40 Proyek Hilirisasi Baru demi Hentikan Ekspor Bahan Mentah
Polisi Bekuk Dua Pelaku Penyiraman Air Keras di Jakbar Kurang dari 12 Jam, Dipicu Pertengkaran Sepak Bola
Mantan Finalis Puteri Indonesia Tersangka Klinik Kecantikan Ilegal, 15 Pasien Alami Cacat Permanen
Shayne Pattynama Sebut Film Dokumenter The Longest Wait Rekam Perjuangan Emosional Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026