Siang ini, Selasa (3/2), Istana Negara jadi tuan rumah pertemuan penting. Presiden Prabowo Subianto mengundang sejumlah Ormas Islam untuk bertemu. Agenda ini memang cukup mendadak, tapi sudah dikonfirmasi oleh beberapa pihak.
Menteri Sosial yang juga Sekjen PBNU, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, membenarkan undangan itu. Dia bilang akan hadir bersama Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf.
"Iya benar ada agenda tersebut, jam 14.00 WIB," kata Gus Ipul, singkat.
Dari Muhammadiyah, rencananya juga akan mengirimkan perwakilan. Sekretaris PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti, menyatakan dirinya dan Prof. Syafiq Mughni yang akan datang memenuhi undangan istana.
"Dari Muhammadiyah akan hadir Prof. Syafiq Mughni dan saya," ujarnya.
Lalu, apa sebenarnya yang mau dibahas? Rupanya, ada beberapa pokok pembicaraan. Menurut Ketua MUI Cholil Nafis, undangan yang dia terima menyebutkan pertemuan ini akan membahas soal keikutsertaan Indonesia di Board of Peace.
"Yang sampe ke saya tentang BOP," kata Cholil Nafis.
Jadi, pertemuan siang ini tampaknya ingin menjaring pandangan dan dukungan dari berbagai elemen masyarakat Islam. Suasana Istana dipastikan akan ramai dengan diskusi-diskusi strategis menjelang sore nanti.
Artikel Terkait
Aliyah Mundur dari Demokrat, Buka Jalan Suami Maju di Musda Golkar Sulsel
Golkar Makassar: Surat Diskresi untuk IAS Bukan Jaminan Otomatis Jadi Ketua DPD I Sulsel
Pemerintah Targetkan 5.000 Jembatan Gantung Rampung Akhir 2026 untuk Hubungkan Daerah Terpencil
Aktivitas Gempa Gunung Anak Krakatau Meningkat, Status Waspada Belum Berubah