Kesehatan Mata Kian Terabaikan di Tengah Tren Hidup Sehat, Mayapada Eye Centre Soroti Lonjakan Gangguan Penglihatan Akibat Layar Digital

- Kamis, 25 Juni 2026 | 23:35 WIB
Kesehatan Mata Kian Terabaikan di Tengah Tren Hidup Sehat, Mayapada Eye Centre Soroti Lonjakan Gangguan Penglihatan Akibat Layar Digital

Kesadaran masyarakat untuk hidup sehat dan berkualitas dalam jangka panjang atau yang dikenal dengan konsep longevity terus meningkat. Namun, di tengah berbagai upaya menjaga kebugaran tubuh, kesehatan mata justru kerap terabaikan. Padahal, organ penglihatan menjadi penopang utama agar seseorang tetap aktif dan produktif sepanjang usia.

PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ) yang menaungi Mayapada Healthcare, melalui pusat layanan kesehatan matanya Mayapada Eye Centre (MEC), menyoroti fenomena ini. Presiden Direktur dan CEO Mayapada Healthcare, Navin Sonthalia, mengungkapkan bahwa tantangan kesehatan mata saat ini sangat beragam. Mulai dari presbiopia atau mata tua akibat proses penuaan alami, hingga meningkatnya risiko miopia (rabun jauh) dan astigmatisme (silinder) yang dipicu oleh penggunaan perangkat digital secara intensif.

"Kesehatan mata juga menjadi aspek penting yang perlu dijaga untuk mendukung aktivitas sehari-hari," ujar Navin dalam keterangan resmi, Kamis (25/6/2026).

Menurutnya, MEC hadir dengan dukungan teknologi oftalmologi mutakhir, tim dokter spesialis dan subspesialis yang berpengalaman, serta standar pelayanan internasional. Semua itu, kata dia, ditujukan untuk membantu masyarakat menjaga fungsi penglihatan dan menjalani hidup secara optimal di setiap tahap usia.

Navin menegaskan, Mayapada Healthcare terus berupaya menjawab kebutuhan layanan kesehatan di era longevity. Era ini ditandai dengan pergeseran fokus masyarakat yang tidak lagi hanya pada usia harapan hidup (lifespan), tetapi juga pada kualitas hidup (healthspan) yang sehat, aktif, dan produktif sepanjang usia.

Dokter Spesialis Mata Mayapada Eye Centre, dr. Zoraya Ariefia Feranthy, Sp.M, menjelaskan bahwa miopia dan astigmatisme kini semakin banyak ditemukan pada kelompok usia produktif. Penyebab utamanya adalah tingginya penggunaan perangkat digital sejak usia dini. Ia menekankan bahwa kualitas penglihatan merupakan fondasi penting dalam menjaga kualitas hidup.

"Banyak orang menghabiskan sebagian besar waktunya di depan layar gawai atau membaca buku dalam waktu yang panjang. Akibatnya, mata terus bekerja dalam jarak dekat dan lebih rentan mengalami kelelahan serta gangguan refraksi," ujarnya.

Kondisi ini, lanjut dr. Zoraya, membutuhkan kacamata atau lensa kontak agar penderita dapat melihat dengan jelas. Namun, penggunaan alat bantu tersebut kerap memengaruhi kenyamanan, produktivitas, hingga kualitas hidup sehari-hari. "Karena itu, menjaga kesehatan mata menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya mempertahankan produktivitas dan kualitas hidup di era longevity," kata dia.

Untuk membantu mengatasi gangguan refraksi, MEC menghadirkan teknologi SMILE Pro. Ini adalah teknologi koreksi penglihatan menggunakan laser femtosecond generasi terbaru yang dilengkapi dengan Oculign System untuk memastikan akurasi dan stabilitas tindakan. Prosedur ini bersifat minimal invasif dengan waktu singkat dan efektif, sehingga pasien dapat terbebas dari ketergantungan pada kacamata maupun lensa kontak, termasuk pada kasus rabun dekat atau hipermetropia.

Selain gangguan refraksi pada usia produktif, tantangan kesehatan mata lain yang banyak dialami masyarakat adalah presbiopia. Proses penuaan alami menjadi faktor utama yang tidak bisa dihindari. Dokter Konsultan Spesialis Mata Mayapada Eye Centre, dr. Ucok P. Pasaribu, Sp.M(K), menjelaskan bahwa seiring bertambahnya usia, kemampuan fokus mata akan menurun. Kondisi ini dikenal sebagai presbiopia, yaitu ketika mata mulai sulit melihat objek dekat.

"Kondisi ini mulai muncul pada usia 40 tahun, dan kini semakin terasa akibat tingginya penggunaan perangkat digital dalam aktivitas sehari-hari," kata dr. Ucok.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.