Kemenko PM Resmikan Percontohan Kawasan Pemberdayaan Berbasis Ekspor di Banyumas untuk Tekan Kemiskinan

- Jumat, 26 Juni 2026 | 00:15 WIB
Kemenko PM Resmikan Percontohan Kawasan Pemberdayaan Berbasis Ekspor di Banyumas untuk Tekan Kemiskinan

Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) meresmikan proyek percontohan kawasan pemberdayaan terintegrasi berbasis ekspor di Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Langkah ini menjadi model awal dari rencana pembentukan 1.001 kawasan serupa di seluruh Indonesia untuk mengentaskan kemiskinan melalui potensi unggulan daerah.

Proyek percontohan ini memadukan dua pilar utama: Kawasan Ekspor Gula Kelapa dan Program Perempuan Mandiri melalui Ternak Ayam (Permata). Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, yang akrab disapa Cak Imin, menegaskan bahwa kemiskinan di wilayah produktif bukanlah takdir yang harus diterima. “Tugas kita adalah memastikan potensi kawasan benar-benar berpihak kepada masyarakat,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis, 25 Juni 2026.

Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu Kemenko PM, Abdul Haris, menjelaskan bahwa kedua pilar tersebut saling melengkapi. Kawasan ekspor berfungsi memperkuat rantai nilai komoditas unggulan, sementara Program Permata mendorong pemberdayaan perempuan melalui budidaya Ayam ELBA yang tersebar di 15 desa. Menurutnya, program ini menjadi penguat ketahanan ekonomi keluarga dari sisi hulu.

Abdul Haris berharap proyek percontohan di Cilongok dapat direplikasi di berbagai sentra komoditas unggulan di tanah air. “Cilongok hari ini bukan sekadar satu kecamatan di Banyumas, tetapi menjadi titik awal perjalanan menuju 1.001 Kawasan Pemberdayaan Masyarakat di seluruh Indonesia,” katanya.

Dalam acara peresmian tersebut, dilakukan pula penyerahan simbolis kolaborasi antara Bank Mandiri dan Kemenko PM berupa sarana dan prasarana budidaya ayam petelur. Penghargaan juga diberikan kepada sejumlah mitra dan kolaborator, antara lain Bank Mandiri, Baznas RI, Eduwisata Pereng, Bappeda Banyumas, IKA Universitas Terbuka, Kawasan Produksi Widuri, Koptan Maripan, Universitas Jenderal Soedirman, dan Village on Mars (VoM).

Muhammad Faishol, perwakilan generasi muda asli Banyumas yang juga menjadi bagian dari Tim Pengembangan Kawasan Pemberdayaan Cilongok, menyambut baik kolaborasi ini. Menurutnya, keterlibatan anak muda menjadi kunci keberlanjutan industri gula kelapa rakyat. “Selama ini ada kekhawatiran mengenai regenerasi penderes di Banyumas. Melalui modernisasi ekosistem dari hulu ke hilir dan wadah koperasi ini, kami anak muda melihat masa depan yang cerah di desa. Gula kelapa bukan lagi sekadar profesi tradisional, melainkan komoditas ekspor kelas dunia yang membanggakan dan mampu memutus rantai kemiskinan di Cilongok,” ujar Faishol.

Melalui proyek percontohan ini, Kemenko PM menegaskan komitmennya untuk membangun model pemberdayaan yang tidak berdiri sendiri. Model ini bertumpu pada kolaborasi lintas kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, dunia usaha, perguruan tinggi, komunitas, serta kelompok masyarakat. Banyumas diharapkan menjadi contoh pengembangan kawasan pemberdayaan berbasis komoditas lokal yang mampu menembus pasar lebih luas, memperkuat ekonomi desa, dan berkontribusi nyata pada agenda pengentasan kemiskinan nasional.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.