Tim nasional Ekuador berada di ambang eliminasi dari Piala Dunia 2026. Skuad asuhan Sebastián Beccacece wajib mengalahkan Jerman pada laga pamungkas Grup E di Stadion MetLife, New Jersey, Kamis (25/6), jika masih ingin mempertahankan asa melaju ke babak 16 besar.
Saat ini Ekuador duduk di peringkat ketiga klasemen sementara dengan raihan satu poin. Hasil tersebut didapat setelah menelan kekalahan 1-0 dari Pantai Gading dan bermain imbang tanpa gol melawan Curacao. Situasi ini membuat laga kontra Jerman menjadi penentu: hasil imbang pun tak akan cukup. Dengan tambahan satu poin, total koleksi Ekuador hanya menjadi dua angka sebuah bekal yang terlalu tipis untuk bersaing memperebutkan tiket lolos lewat jalur peringkat ketiga terbaik.
Presiden Federasi Sepak Bola Ekuador (FEF), Francisco Egas, angkat bicara di tengah tekanan. Ia menyerukan dukungan penuh dan menegaskan bahwa tim berjuluk La Tri itu belum menyerah.
“Este grupo no está listo para irse a casa sin dejar todo en la cancha. Como presidente de la FEF no voy a buscar excusas ni culpables,” kata Egas.
Egas juga meminta para pemain untuk mengingat kembali perjalanan berat yang telah mereka lalui selama kualifikasi Conmebol hingga akhirnya mencapai putaran final di Amerika Utara. “Hoy que las cosas no son como esperamos, les he pedido a nuestros jugadores recordar cómo llegamos hasta acá. No como favoritos, peleando siempre cada oportunidad,” ujarnya.
Ia menyatakan kesiapan untuk bertanggung jawab penuh atas situasi sulit yang dihadapi tim nasional saat ini. “Estoy aquí para dar la cara y asegurarles que el compromiso es total,” kata Egas.
Di tengah kritik yang mungkin muncul, Egas membela kebijakan tim yang banyak mengandalkan pemain muda serta proses regenerasi yang sedang berjalan. “Hoy no es momento de dividir. La apuesta por la juventud y los procesos nos trajo hasta acá. Eso no se borra por dos partidos,” tegasnya.
Menutup pernyataannya, Egas menyatakan keyakinannya bahwa para pemain akan tampil habis-habisan melawan Jerman tim yang sudah dipastikan lolos ke babak berikutnya. “La pelea no ha terminado, los jugadores van a dejar todo para llenarnos de orgullo este jueves. ¡Vamos Ecuador!” cetusnya.
Jerman memuncaki klasemen Grup E dengan enam poin setelah menyapu bersih dua laga awal. Pantai Gading menyusul di posisi kedua dengan tiga poin, sementara Ekuador dan Curacao sama-sama mengoleksi satu poin.
| Equipos | PTS | J | Gol | /- | |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Alemania | 6 | 2 | 9:2 | 7 |
| 2 | Costa de Marfil | 3 | 2 | 2:2 | 0 |
| 3 | Ecuador | 1 | 2 | 0:1 | -1 |
| 4 | Curazao | 1 | 2 | 1:7 | -6 |
Artikel Terkait
Afrika Selatan vs Kanada Jadi Laga Pembuka Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Jepang vs Swedia: Laga Penentu Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia di Grup F
Muhammad Rahmat Pilih Bergabung ke Semen Padang yang Terdegradasi demi Misi Promosi ke Super League
Stadion Untia: Harapan Baru PSM Makassar yang Masih Menanti Kepastian Batu Pertama