Suasana di Stadio Giovanni Zini tiba-tiba berubah mencekam. Saat laga antara Cremonese dan Inter Milan baru berjalan di menit ke-49, sebuah flare meluncur dari tribun penonton. Benda itu mendarat tepat di area kotak penalti, dan kiper Cremonese, Emil Audero, tak bisa menghindar. Ia langsung terjatuh, terkena imbasnya. Pertandingan terpaksa dihentikan sementara untuk memberi Audero perawatan medis.
Yang bikin geram, flare itu ternyata datang dari sektor tribun away tempat suporter Inter Milan berkumpul. Beberapa pemain Inter pun langsung bereaksi. Mereka mendatangi bagian tribun itu, berusaha menenangkan dan meminta para perusuh untuk menghentikan aksinya. Adegan yang sebenarnya jarang sekali terlihat.
Presiden Inter Milan, Giuseppe Marotta, tak tinggal diam. Ia langsung angkat bicara dan secara terbuka menyatakan kecamannya. Namun begitu, ia juga menyelipkan pujian untuk sang kiper.
"Pengalaman yang belum pernah saya alami selama bertahun-tahun berkarier di dunia sepak bola. Ini tindakan sensasional yang sama sekali tidak mencerminkan semangat olahraga. Saya tahu pihak berwenang sudah menyelidiki," ujar Marotta kepada Sky Sport Italia.
"Mungkin ini cuma insiden terisolasi, kita tunggu saja hasil penyelidikan. Tapi sebagai klub, kami punya kewajiban untuk membangun budaya yang baik dan mencegah hal seperti ini terulang. Kami sangat mengutuk kejadian yang luar biasa ini."
"Di sisi lain, kami juga ingin berterima kasih pada Audero. Atas profesionalismenya, pertandingan bisa dilanjutkan dan diselesaikan dengan baik," tandasnya.
Menurut sejumlah laporan media Italia, pelaku pelemparan sudah berhasil diidentifikasi. Uniknya, dia malah berakhir di rumah sakit di Cremona dengan tiga jari yang rusak. Rupanya, flare yang dia lempar itu meledak terlalu cepat.
Konsekuensinya jelas. Pelaku bakal ditangkap dan dilarang masuk stadion. Tapi dampaknya bisa lebih luas lagi. Kasus ini berpotensi membuat semua suporter Inter dilarang menghadiri laga-laga tandang mereka selanjutnya. Sebuah hukuman kolektif yang pasti akan menyakitkan bagi fans yang selama ini bersikap baik.
Artikel Terkait
Sejarah Baru Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Akhiri Penantian 92 Tahun
Aljazair Bangkit dari Kekalahan: Kemenangan atas Yordania Jaga Asa ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Afrika Selatan Kejutkan Korea Selatan, Pastikan Tiket ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Afrika Selatan Tembus Babak 32 Besar Piala Dunia 2026 Usai Kalahkan Korea Selatan 1-0