Jakarta Terengah-engah, Ruang Hijau Baru 5,6 Persen

- Kamis, 22 Januari 2026 | 01:00 WIB
Jakarta Terengah-engah, Ruang Hijau Baru 5,6 Persen

Persentase Ruang Terbuka Hijau di Jakarta ternyata masih sangat memprihatinkan. Baru 5,60 persen. Angka itu diakui sendiri oleh Pemprov DKI, jauh sekali dari target 30 persen yang sudah diamanatkan peraturan.

Artinya, kerja keras menanti. Ibu Kota butuh napas, butuh lebih banyak paru-paru hijau untuk warganya.

Di Balai Kota, Rabu lalu, Kepala Bappeda DKI Jakarta Atika Nur Rahmania bicara soal ini. Dia menyanggupi target 30 persen itu, meski tenggat waktunya masih lama: tahun 2045.

"Sementara pertanyaan kedua terkait dengan RTH. Betul, memang di dalam ketentuannya atau di dalam targetnya kita akan mencoba mencapai 30 persen di 2045," ujar Atika.

Soal bagaimana caranya, strateginya akan bertahap. Yang jelas, menurut Atika, pembiayaannya nggak cuma mengandalkan APBD. Itu mustahil. Perlu cara-cara lain yang lebih kreatif.

"Karena tentunya tidak hanya terbatas pada pengeluaran yang dari APBD saja, tetapi juga memanfaatkan berbagai upaya," tuturnya.

Nah, upaya apa saja itu? Salah satunya dengan menagih kewajiban fasos-fasum dari para pengembang perumahan atau properti yang selama ini mungkin belum ditunaikan. Lalu, memanfaatkan lahan-lahan terlantar atau tak terpakai yang berserakan di kota. Lahan semacam itu bisa disulap jadi taman atau ruang hijau baru.

"Salah satunya melalui penagihan kewajiban fasos-fasum, kemudian pemanfaatan dari lahan-lahan yang memang tidak digunakan, bisa dimanfaatkan menjadi ruang terbuka hijau," jelasnya.

Namun begitu, Atika menegaskan bahwa pemerintah nggak bisa jalan sendiri. Pencapaian target sebesar itu butuh sinergi. Butuh keterlibatan banyak pihak, termasuk dan terutama masyarakat Jakarta sendiri.

"Ini memang memerlukan sinergi luar biasa dari seluruh stakeholder yang ada di Pemprov dan juga di seluruh masyarakat," katanya menekankan.

Jadi, jalan menuju 30 persen RTH masih panjang. Butuh komitmen, strategi cerdik, dan tentu saja, kerja sama semua pihak. Target 2045 terlihat masih jauh di sana, tapi langkah-langkah awalnya harus dimulai sekarang juga.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar